Kemendagri Menobatkan Banyuwangi Sebagai Kabupaten Terinovatif di IGA 2019

0
205
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah Kabupaten Banyuwang terpilih sebagai kabupaten terinovatif dalam kompetisi Innovative Government Award (IGA) 2019 yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Terpilihnya kembali Banyuwangi sebagai kabupaten terinovatif pada tahun ini, disebabkan adanya berbagai inovasi dalam pelayanan publik. Sebelumnya, Banyuwangi telah mendapat penghargaan dalam kompetisi IGA serupa pada 2018.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan Banyuwangi mendapat dana insentif daerah sebesar Rp 9 miliar karena prestasi tersebut, kami senang karena pemerintah pusat, Presiden Jokowi dan Pak Mendagri, mendorong iklim inovasi yang baik di daerah, ungkap Anas di Jakarta, Senin (7/10).

Penilaian tersebut berdasarkan tata kelola pemerintah daerah, pelayanan publik dan inovasi lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

IGA mengacu pada tiga hal utama yakni aspek kuantitas, aspek kualitas, dan aspek manfaat, dengan tim penilai yang terdiri dari perwakilan Kemendagri, Kemenristekdikti, Kemenpan-RB, Kemenkominfo, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta unsur akademisi.

Salah satu yang menyebabkan Banyuwangi mendapatkan poin tinggi dalam penilaian di kompetisi ini karena Banyuwangi telah menggunakan sistem online di berbagai urusan daerah. Mulai dari bidang keuangan, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pariwisata, sosial, hingga pertanian dan peternakan sudah memakai sistem online.

Sedangkan, pada bidang pelayanan publik, terdapat layanan desa berbasis online atau disebut Smart Kampung, yang telah diterapkan di 189 desa. Sementara di bidang pendidikan, proses pemberian beasiswa Banyuwangi Cerdas hingga tingkat perguruan tinggi dilakukan secara online.

Secara internal tata kelola keuangan daerah, pemerintah kabupaten telah menerapkan sistem online mulai dari Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan (SIMRAL), Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online, hingga Buku Kas Umum (BKU) Online.

Ada pula elektronik Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (e-BPHTB) dan elektronik Pendapatan Asli Dearah (e-PAD), e-retribusi Pasar, e-village budgeting dan e-monitoring system.

Sementara itu, di peternakan ada e-ternak, yakni kartu elektronik ternak (e-Nak) untuk mendata ternak yang berisi data riwayat ternak sapi, mulai usia, hingga riwayat kesehatan, hingga riwayat kehamilan.

Bupati Anas sampaikan inovasi-inovasi tersebut berguna untuk memudahkan pelayanan publik yang ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi warga.
Sehingga kemiskinan yang dulu selalu dua digit, menurut Anas sekarang bisa ditekan hingga 7 persen. Pendapatan per kapita naik dua kali lipat menjadi lebih dari Rp 48 juta per orang per tahun.

Untuk diketahui, Banyuwangi sendiri pada penilaian kali ini mengajukan 186 inovasi daerah. Kabupaten di Jawa Timur ini menempati peringkat pertama dari seluruh kabupaten di Tanah Air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here