Destry Damayanti – Deputi Gubernur Senior BI: Mengembangkan UMKM di Era Ekonomi Digital (Part 4/5)

0
309

(Vibizmedia – Wawancara Khusus) Data Kementerian Koperasi dan UMKM menunjukkan bahwa 98,7 persen usaha di Indonesia adalah usaha mikro, yang mampu menyerap 89,17 persen tenaga kerja domestik serta memberikan kontribusi 36,82.persen PDB Indonesia.

Dalam kaitannya dengan upaya mendorong pertumbuhan UMKM, Destry Damayanti menjelaskan bahwa tugas Bank Indonesia sudah  jelas hanya  berkaitan dengan  sektor moneter, dua tugas utama BI adalah menjaga stabilitas rupiah dan menciptakan system pembayaran yang handal, efisien dan aman.  Tetapi menariknya adalah dalam perkembangannya sekarang ini BI tidak bisa tutup mata terhadap perkembangan  yang  terjadi di sektor riel.

Jadi Visi Bank Indonesia  di 2018 adalah “menjadi bank sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia dan terbaik diantara negara emerging markets” demikian dinyatakan oleh Destry.

Kontribusi nyata adalah bahwa program yang dikeluarkan BI haruslah full impact terhadap  player yang di bawah, inilah yang selalu diutamakan oleh Bank Indonesia.

Sedangkan menjadi the best Central Bank  di emerging market karena kita mau   arahnya melihat ke sana, sehingga BI benar -benar professional  menciptakan kredibilitas yang terbaik.

Lihat juga : Ngobrol Bareng Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti: Peranan BI Di Tengah Situasi Global (Part 1/5)

Peran Bank Indonesia Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Dalam  Kaitan dengan pertumbuhan ekonomi  Bank Indonesia mempunyai beberapa macro prudential instrument, misalnya  pada saat  Bank Indonesia melihat bahwa ekonomi  perlu didorong, biasanya sektor yang cukup sensitive atau sektor yang memiliki elastisitas tinggi terhadap  pertumbuhan  ekonomi  adalah sektor property.

Karakter dari sektor property biasanya sudah bergerak duluan   sebelum  ekonominya  membaik, sementara ekonomi berjalan maka pertumbuhan di sektor property akan lebih  cepat,  tapi  sebaliknya pada saat sektor ekonomi turun sektor property turun lebih dalam, jadi sektor property memiliki sensitivitas tinggi .

Tapi dalam rangka untuk men-stimulate growth, kita tahu bahwa  sektor property bisa kita andalkan, sehingga Bank Indonesia mempunyai  kebijakan yang namanya  Loan to Value  Ratio (LTV),  dimana pada saat kita mendorong  growth, maka  LTV itu dibuat se-linear mungkin sehingga bisa mendorong bank-bank untuk menyalurkan kredit  ke sektor property. Cara ini adalah salah upaya Bank Indonesia menggerakkan sektor riel.

Lihat juga : Destry Damayanti – Dewan Gubernur Senior BI : Pendalaman Pasar Keuangan dan Peningkatan Investor Lokal (Part 2/5)

Bernhard Sumbayak – Founder and Advisor Vibiz Consulting, berpendapat bahwa stimulus moneter dari bank sentral akan menjadi efektif bila ada sinergi lintas sektor. Stimulus tersebut tidak akan menjadi efektif seperti yang diharapkan bila struktur di sektor riel mengalami masalah sehingga response yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga sangat penting kebijakan BI merupakan kebijakan sinergi bersama dengan sektor riel.

Peran Bank Indonesia Mendorong UMKM

Ini sebenarnya di dalam misinya BI  kedepan kita akan meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan kebijakan-kebijakan di  lembaga-lembaga  dan sektor lainnya, apakah fiskal ataupun di  sektor riel.

Usaha Mikro Kecil Menengah. FOTO : VIBIZMEDIA.COM

Lihat juga : Destry Damayanti – Dewan Gubernur Senior BI: Era Fintech, Waspadai Shadow Banking (Part 3/5)

BI tidak bisa bertindak seperti bank seperti memberikan kredit ke sektor riel, itu sudah pasti tidak bisa, karena sudah jelas aturan mainnya sebagai bank sentral, tetapi BI bisa   membantu segmen-segmen di sektor riel melalui program-program UMKM. Program UMKM itu bukan program kredit, namun  sebagai  program sosial yang diarahkan pada sektor-sektor UMKM. Ini salah satu bentuk kesadaran BI bahwa tulang punggung  ekonomi  Indonesia adalah tetap masih  pelaku di bawah UMKM.

Jadi BI mempunyai UMKM binaan yang start up clean untuk  diarahkan agar agar menjadi UMKM yang bisa memanfaatkan  ekonomi digital untuk membantu pemasaran mereka yang lebih efisien.  UMKM binaan ini akandi klasifikasi lagi, bagi yang sudah siap untuk masuk  market place yang normal akan didorong mendapat dukungan sektor perbankan lebih lanjut untuk memasuki pasar ekspor.  Jadi BI punya programnya clear untuk berperan serta melakukan pengembangan UMKM. Bank Indonesia mempunyai 46 kantor wilayah  yang secara aktif mencari  UMKM potensial dan dibina , tentu BI  menggunakan pihak ketiga untuk mengajak pembinaan UMKM.

Lihat juga : Destry Damayanti – Deputi Gubernur Senior BI : Ekonomi Domestik Kita Masih Kuat (Part 5/5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here