Jokowi : Kebijakan Fiskal dan Strategi Pajak

0
255
(Photo: Mark/BD)

(Vibizmedia – Nasional) Dalam pidato Presiden RI pada penyampaian keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN tahun 2020 beserta nota keuangannya, di depan Sidang Bersama DPR RI ┬áhari Jumat ini (16/08), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pada tahun 2020, pemerintah akan menempuh tiga strategi kebijakan fiskal, yaitu: memobilisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam mendukung program prioritas, serta mencari sumber pembiayaan secara hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal.

Sejalan dengan hal tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang secara ekspansif, namun tetap terarah dan terukur. Ini sebagai wujud dari komitmen Pemerintah, untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga agar risikonya berada dalam batas aman.

Jokowi menekankan sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, dimana kebijakan fiscal bersifat ekspansif, terarah, dan terukur,  maka fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama, yaitu: Pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi. Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population. Keempat, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global.

Selain itu Jokowi juga menambahkan bahwa pemerintah terus melanjutkan reformasi perpajakan berupa perbaikan administrasi, peningkatan kepatuhan, serta penguatan basis data dan sistem informasi perpajakan. Dalam rangka mendukung peningkatan daya saing dan investasi, Pemerintah akan memberikan insentif perpajakan melalui beberapa instrumen, yaitu: perluasan tax holiday, perubahan tax allowance, insentif investment allowance, insentif super deduction untuk pengembangan kegiatan vokasi dan litbang serta industri padat karya. Khusus untuk industri padat karya, akan memperoleh juga fasilitas pembebasan Bea Masuk dan subsidi pajak.

Strategi pajak untuk mengoptimalkan penerimaan perpajakan di era digital ini, pemerintah juga akan menempuh kebijakan penyetaraan level playing field, bagi pelaku usaha konvensional maupun e-commerce, demikian Jokowi menyampaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here