Kunjungan Kerja Ke Riau, Ibu Negara Terjun Bersama Masyarakat Tanam Mangrove di Batam

0
160
Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama para istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam OASE-KK melakukan penanaman mangrove di Pancur Pelabuhan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla menanam mangrove di Pancur Pelabuhan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu (7/8).

Setibanya di Pancur Pelabuhan, Ibu Iriana dan sejumlah istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), terlebih dahulu meninjau pameran produk mangrove.

Dalam sambutannya, Ibu Iriana mengaku sangat senang bisa hadir untuk menanam mangrove bersama dengan masyarakat setempat.

Kita menanam mangrove pastinya tidak asal menanam saja. Saya sama ibu-ibu di sini menanam dengan hati, dengan cinta. Makanya nanti insyaallah mangrove akan berkembang dengan baik, terang Ibu Iriana mengawali sambutannya.

Kegiatan menanam mangrove ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Ibu Iriana. Menurutnya, ia sudah mengunjungi 34 provinsi dan menanam lebih dari 170 ribu batang pohon mangrove.
Tidak hanya menanam saja, nanti saya ikuti dengan ibu-ibu menteri ini dan juga ibu istri menteri mengikuti sampai di mana tanaman itu. Karena nanti kalau tidak diikuti, mungkin hanyut, kering, dibiarkan saja. Tapi saya dengan ibu-ibu OASE ini masih mengikuti sama dengan ibu Menteri Lingkungan Hidup, ungkapnya.

Sebelumnya, pada 29 Juni 2019 yang lalu, saat mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, Ibu Iriana menghadiri simposium bersama para istri pemimpin dunia lainnya. Dalam simposium bertema “Oceans – A Precious Resource for Our Lives” itu, ia juga berbicara mengenai kegiatan menanam mangrove yang rutin dilakukannya.

Saya juga sedikit memberi masukan bahwa kita menanam mangrove tidak hanya menyuruh saja, tapi kita langsung terjun bersama masyarakat dan pastinya kementerian yang terkait, jelasnya.

Mengutip siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), suatu ekosistem mangrove berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai, pelindung erosi dan abrasi air laut, serta penyangga dan pencegah intrusi air laut.

Selain itu, juga berfungsi sebagai tempat berlindung atau berkembangbiaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat seperti pemanfaatan kayu dan nonkayu, serta ekowisata.

Menurut KLHK, tanaman mangrove selebar sekitar 100 meter dengan ketinggian akar 30-100 centimeter mampu mereduksi besarnya gelombang tsunami hingga 90 persen. Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap emisi gas rumah kaca (GRK) 5 kali lebih baik dari tanaman hutan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here