Pengumuman Fed Kecewakan Bursa Wall Street, Dolar AS Tertinggi 2 Tahun

0
263
Pimpinan Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika yang baru, Jerome Powell

(Vibizmedia – Economy) – Setelah Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers usai pertemuan FOMC selama 2 hari mengumumkan bank sentral Amerika tersebut memangkas suku bunganya pada Kamis (01/08), kekuatan dolar AS bertambah hingga melompat ke posisi tertinggi 2 tahun. Namun pengumuman tersebut sangat mengecewakan bursa saham Wall Street, yang anjlok signifikan.

Powell sampaikan The Fed  memutuskan untuk menurunkan kisaran target untuk tingkat dana federal menjadi 2 hingga 2-1/4 persen, turun 25 basis poin dari kisaran sebelumnya 2-1/4 menjadi 2-1/2 persen. Ini merupakan penurunan suku bunga pertama oleh Federal Reserve sejak Desember 2008.

Akhirnya anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC)  memilih  untuk menurunkan suku bunga seperempat poin dengan alasan sebagai implikasi dari perkembangan global untuk prospek ekonomi serta tekanan inflasi yang masih lemah.

Namun dalam salah satu pernyataannya Jerome Powell mengatakan pemotongan 25 basis poin tidak sama dengan awal dari siklus pemotongan suku bunga yang panjang. Beberapa mengharapkan Fed berpeluang untuk pemotongan lebih lanjut atau bahkan pemotongan 50 basis poin setelah pertemuan ini.

Sehingga sikap yang kurang dovish ini membuat bursa saham Amerika anjlok ke posisi terendah sesi,   indeks Dow Jones mencatat penurunan satu hari terbesar sejak 31 Mei bersama dengan S&P 500. Nasdaq mengalami penurunan satu hari terbesar sejak akhir Juni.

Pada penutupan sesi di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 330 poin lebih rendah  atau 1,2% setelah sempat jatuh sebanyak 478 poin. Indeks  S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 1,1% dan 1,2%.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya, menguat 0,42 persen dari perdagangan sebelumnya ke posisi 98.63 yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2017 ketika indeks dolar saat itu mencapai 98,89. Dolar AS sempat naik ke posisi 98.63 dan pada sesi Eropa sempat turun ke posisi rendah 98.00. Terhadap rival utamanya, paling kuat terhadap euro hingga naik ke posisi tertinggi 2 tahun.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here