(Vibizmedia – Lensa) – Mungkin, bagi sebagian orang, nama suku ini tak banyak didengar. Jujur, saya pun awalnya tak tahu menahu tentang Suku Osing.

Namun, siapa sangka, perjalanan kami melewati Banyuwangi kali ini, membawa saya kepada perjumpaan ke Suku Osing, yang tak lain adalah penduduk asli Banyuwangi, Jawa Timur.

Suku Osing ini, tinggal di wilayah yang begitu indah di Banyuwangi. Hamparan sawah yang indah, dan pepohonan tinggi yang hijau, menghiasi hampir setiap wilayah yang kami lewati disana.

Pagi hari, kami berniat untuk mencari makanan khas Suku Osing untuk kami cicipi. Beruntungnya, kami bertemu dengan Ibu Lina, seorang ibu yang baik hati. Ibu Lina, juga merupakan bagian dari Suku Osing, yang akhirnya menjadi guide kami saat itu.

Kami pun dengan cepat menjadi akrab dengan Bu Lina. Karena keramahannya, kami pun tak ragu untuk bicara banyak hal kepada Bu Lina, sambil ia memberi petunjuk jalan ke arah tempat makan yang kami ingin tuju.

Berkat referensi Ibu Lina, akhirnya kami mengunjungi Waroeng Kemarang, untuk mencicipi masakan asli Suku Osing. Berikut beberapa gambar dari makanan Suku Osing yang ada di Waroeng Kemarang.

Selain mencicipi masakan lezat khas Suku Osing, kami melihat pemandangan yang ada di sekitar Waroeng Kemarang. Hamparan sawah yang menghijau, dan juga beberapa bunga dengan warna-warninya yang menarik. Betapa indahnya pemandangan tersebut.

Jujur, melihat hamparan sawah yang ada di daerah Suku Osing di Banyuwangi, pastinya menyejukkan mata kita yang memandangnya.

Melihat keindahan bunga yang ada di Waroeng Kemarang, akhirnya membuat saya memutuskan untuk berbicara dengan Ibu Saodah, seorang wanita Suku Osing, yang bekerja mengurus semua bunga-bunga yang ada disana.

Dengan telaten dan penuh passion, Ibu Saodah menyiram tanaman, dan juga mengurusi semua tanaman indah yang tumbuh di daerah dekat tepi persawahan yang menghijau. Ini dia potret Ibu Saodah, suku Osing asli yang ramah, dan bahkan suka tersenyum ketika berbicara.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga sempat mengabadikan tempat tinggal dan tempat berdagang mereka, seperti di foto yang ada dibawah ini. Suasana pemukiman mereka pun bisa dikatakan masih jauh dari keramaian, dengan udaranya yang sangat segar.

Pengalaman saya bertandang ke daerah tempat tinggal Suku Osing di Banyuwangi, memang merupakan pengalaman yang sungguh berkesan. Selain mendapatkan kesempatan berbicara dan berinteraksi dengan mereka, saya juga sungguh terkesan dengan indahnya pemandangan di daerah tempat tinggal Suku Osing.

Suku Osing, biasanya menggunakan bahasa Osing, bahasa asli mereka. Wajah mereka pada umumnya, mirip dengan Suku Jawa. Ada yang saya tak bisa lupakan dari mereka. Sifat bersahabatnya itu! Kami baru saling mengenal dengan Suku Osing, tapi kami sudah merasa seperti saudara, karena keramahan dan senyum mereka ketika berbicara. Memang, pengalaman bertandang ke daerah tempat tinggal Suku Osing di Banyuwangi, pastinya merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here