Harga Emas di Amerika Naik Setelah Sepanjang Hari Terpukul

0
378

(Vibizmedia-Commodity) – Melihat pergerakan harga emas di pasar komoditi internasional sepanjang perdagangan hari Kamis  (01/08),  harga emas perdagangan global melemah dikecewakan oleh Federal Reserve yang mengurangi harapan penurunan suku bunga di masa depan, sehingga membuat dolar melompat ke puncak 26-bulan.

Namun di tengah perdagangan sesi Amerika malam ini, posisi dolar AS ambruk dari puncak tinggi 2 tahun tersebut oleh rilis data PMI manufaktur AS yang jatuh ke posisi terendah 3 tahun. Harga emas mulai bergerak kuat kembali dengan harapan naik ke puncak tinggi 6 tahun yang dicapai pada perdagangan akhir bulan Juni.

Harga emas spot atau LLG naik 0,10% dari perdagangan sebelumnya menjadi $1,417.01 per troy ounce  setelah dibuka pada posisi di $1,412.74. Namun untuk posisi harga emas berjangka AS masih lemah dengan  turun sekitar 0,80% menjadi $ 1,426.25 per troy ounce setelah dibuka pada posisi $1,437.80.

Harga emas sempat jatuh ke posisi terendah sejak perdagangan tanggal 17 Juli lalu ke posisi 1400.41 oleh kekuatan dolar AS pasca kebijakan Fed yang telah memangkas suku bunganya sebesar 25 bps namun pernyataan Jerome Powell menghapus harapan penurunan lanjutan hingga akhir tahun.

Sebagai informasi untuk harga emas batangan  yang diperdagangkan ANTAM sepanjang hari ini, dipatok  Rp8.500 atau 1,28% menjadi Rp653.500/gram dari harga perdagangan sebelumnya di posisi Rp 662.000/gram. Turunnya harga emas ANTAM ini dipengaruhi pergerakan lemah harga emas spot sejak awal sesi Asia.

Untuk perdagangan selanjutnya secara teknikal,   harga emas LLG akan semakin kuat menuju posisi resisten 1427.89 – 1432.18. Namun jika bergerak lemah  akan meluncur ke posisi support 1393.98 – 1388.24.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here