Lensa Jakarta: Keceriaan Anak Sekolah, Kebersamaan yang Indah

1
167
Gambar Keceriaan Anak Indonesia (Foto: Irma Indiah DP/VM)

Suatu kali saya pernah berada beberapa hari di sebuah kota kecil yang masih sepi, yang tidak ada tempat hiburan khusus , jauh dari keramaian. Hampir dapat dipastikan jika ada suara keramaian hanyalah suara di halaman sekolah ketika jam-jam istirahat atau pulang sekolah.Gaung suara keceriaan mereka terdengar dari kejauhan dan bisa digunakan sebagai penanda waktu juga karena ramai pada jam-jam tertentu.

 

Anak-anak sekolah, khususnya Sekolah Dasar memang ada pada masa pertumbuhan yang penuh kegembiraan. Mereka belum diajari oleh dunia untuk banyak membuat perbedaan atau penilaian-penialaian terhadap banyak hal. Latar belakang ekonomi keluarga, perbedaan gender dan lainnya, jadi selain belajar juga berteman dan bersosialisasi dengan kondisi lingkungan sekolah secara natural.

Contohnya anak-anak Sekolah Dasar di sebuah wilayah di Jakarta Barat berbatasan dengan Tangerang ini.

Hanya dengan  jajanan seharga Rp.1000 Р5000,- atau seplastik es campur (Fanta, Sirup, agar-agar dan selasih) seharga Rp.3000,- mereka gembira. Atau dengan mainan sederhana seharga Rp. 2000,- an sudah bisa membuat mereka berkreasi.

Jajan bersama, berbagi makanan bersama adalah ritual harian anak sekolah, nampaknya natural mengalir tetapi itu memupuk kebersamaan yang indah. Salah satu anak sekolah ada yang menceritakan diberi bekal lunch box dengan makanan berlebih supaya bisa dibagikan juga kepada teman yang tidak punya bekal makan siang. Indahnya….

Nah…ini,masih ingatkan Anda jajanan-jananan seperti ini di masa Sekolah Dasar dulu? Mungkin sekarang agak jengah mengingatnya, tapi pada masa itu sungguh merupakan sesuatu yang seru dan menyenangkan dan dinanti-nantikan setiap pergi ke sekolah. Teman-teman kecil masa sekolah ini sekian tahun kemudian mungkin Anda dapati sudah menjadi tokoh atau pengusaha atau pemimpin yang berhasil.

Kebersamaan tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarga,  etnis suku atau kemampuan lainnya yang muncul sejak dini perlu dipupuk untuk membangun karakter manusia Indonesia yang baik.

Foto: Irma Indiah DP/ VM

 

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here