Harga Minyak Turun 5 Hari Berturut Karena Berlimpahnya Pasokan Bensin Amerika

0
162

(Vibizmedia-Commodity) – Harga minyak mentah masih belum bisa bangkit setelah sempat bergerak kuat pada perdagangan sesi Asia dan Eropa, namun jelang penutupan perdagangan komoditas berjangka sesi Amerika Kamis (18/07) dini hari kembali anjlok hingga jatuh ke posisi terendah 1-1/2 pekan. Laporan pasokan bensin AS oleh EIA semalam memperparah kondisi harga minyak mentah dunia.

Sekalipun EIA melaporkan pasokan mninyak mentah Amerika periode pekan lalu turun  3,1 juta barel melebihi perkiraan untuk penurunan 2,7 juta barel, sentimen negatif investor datang merespon lonjakan pasokan distilasi yang tumbuh 5,7 juta barel. Demikian juga semakin tertekan dengan kondisi pasokan bensin yang naik 3,6 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan 925.000 barel.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun 1,6 persen menjadi $56,78,  perdagangan sebelumnya harga minyak berjangka ini anjlok 3,3% dan sempat jatuh ke level terendah sejak 9 Juli. Demikian juga harga minyak mentah Brent berjangka  yang juga acuan internasional turun 1,5 persen  pada $63,61, perdagangan sebelumnya harga minyak berjangka ini anjlok 3,2% dan sempat jatuh ke level terendah sejak 5 Juli.

Harga minyak sempat naik tinggi ke posisi $58.36 untuk WTI AS dan $65.28 untuk Brent, diperkuat  oleh berita  meningkatnya harapan untuk mengembalikan minyak mentah Iran ke pasar minyak global setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kemajuan telah dibuat dengan Teheran. Namun, Iran kemudian membantah pihaknya bersedia untuk bernegosiasi atas program rudal balistiknya,

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI akan mendaki ke posisi support 55.65 – 54.30. Namun jika bergerak kuat  akan mendaki ke posisi resisten 57.65 – 59.11.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here