Presiden Jokowi Bahas Leader’s Retreat Dengan Menlu Singapura

0
174

(Vibizmedia-Bogor) Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Menteri Luar Negeri Singapura di Istana Bogor, Rabu (17/7), keduanya membahas mengenai persiapan Leader’s Retreat yang akan dilakukan pada tahun ini.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, pihak Indonesia dan Singapura, sedang membahas mengenai tanggal pelaksanaannya.

Kalau kita melihat perjalanan satu tahun, kita biasanya sangat konkret dalam melihat di antara pertemuan leaders ini apa yang terjadi, maka misalnya kita melihat apa kemajuan yang ada di Kendal Industrial Park, sangat kelihatan sekali misalnya politeknik untuk furniture sudah berdiri pada bulan Januari kemarin, jelasnya.

Urusan peningkatan sumber daya manusia juga turut menjadi perhatian, misalnya pelatihan-pelatihan untuk guru SMK dan politeknik. Tak hanya itu, kerja sama yang terkait dengan perawatan, pemeriksaan, dan perbaikan pesawat juga dibahas.

Retno mengatakan ini tidak di kawasan Kendal, tetapi di kawasan BBK (Bintan, Batam, Karimun) untuk mensupport Changi. Belum lagi kita bicara di Batam untuk Nongsa Digital Park.

Secara khusus, pihak Singapura melalui Menlu Vivian juga menyampaikan itikadnya untuk melakukan kerja sama yang lebih kuat dengan Indonesia.

Baginya, kondisi Indonesia yang stabil dan aman sangat diapresiasi sehingga kerja sama antara Singapura dengan Indonesia tidak terhambat.

Teman-teman tahu bahwa Singapura adalah negara investor asing nomor satu dan banyak sekali kerja sama yang telah kita lakukan, ungkapnya.

Sebelum berbicara mengenai masalah Leader’s Retreat, Menlu Vivian Balakhrisnan juga menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden atas hasil pemilu dan proses pemilu yang sudah berjalan dan sudah ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Menlu Vivian menyampaikan, saya quote,’Indonesia should be congratulated’. Mereka juga sangat menghargai leadership Indonesia, terang Retno.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga berdiskusi mengenai visi yang disampaikan Presiden pada tanggal 14 Juli 2019 kemarin. Retno menuturkan, dari lima visi itu setidaknya tiga visi langsung dapat dikerjasamakan.

Pertama mengenai infrastruktur, yang kedua mengenai masalah investasi, dan yang ketiga mengenai pengembangan sumber daya manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here