Meski IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Singapura, Indeks Straits Times Masih Kuat

0
209

(Vibizmedia-Indeks) – Pada perdagangan saham di bursa kawasan Asia hari Selasa (16/07) banyak indeks bursa utama yang ditutup melemah, kecuali bursa saham Hong Kong dan Korea Selatan. Selain itu bursa saham Singapura juga ditutup dalam penguatan sekalipun hari ini IMF mengeluarkan hasil survey yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Singapura.

Otoritas Moneter Internasional (IMF) menurunkan prospek pertumbuhan Singapura untuk periode tahun 2019 dengan alasan lemahnya permintaan asing di tengah sengketa perdagangan global.

Mengakhiri konsultasi Pasal IV dengan Singapura, dewan eksekutif IMF pada hari Selasa mengatakan pertumbuhan akan melambat menjadi 2 persen tahun ini, yang juga lebih lemah dari proyeksi 2,3 persen pada bulan Mei lalu. Pertumbuhan diperkirakan akan meningkat menjadi 2,3 persen di tahun 2020.

IMF beralasan meningkatnya ketegangan perdagangan global, dukungan dari sektor eksternal diperkirakan akan turun dan pendorong pertumbuhan diproyeksikan untuk kembali ke permintaan domestik. Data resmi dari Singapura, yang dirilis minggu lalu, menunjukkan bahwa ekonomi negara-kota mengalami kontraksi 3,4 persen pada kuartal kedua karena perang perdagangan membebani sektor elektronik dan rekayasa presisi.

Merespon hasil survey IMF terhadap ekonomi Singapura ini, kantor otoritas keuangan dan moneter negeri tersebut  mengatakan  akan meninjau rekomendasi IMF dan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk semakin memperkuat pengawasan keuangan.

Bursa saham Singapura ditutup menguat moderat dengan indeks Straits Times Singapura  alami kenaikan 0,3 persen dibandingkan periode perdagangan sebelumnya. Sebagai informasi, perdagangan bursa saham negara tetangga seperti Indonesia dan juga Malaysia ditutup dalam zona merah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here