Kembangkan Destinasi Wisata Prioritas, Presiden Jokowi Tekankan Enam Hal

0
151
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas membahas pengembangan destinasi wisata prioritas di Kantor Presiden, Jakarta. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo menindaklanjuti sejumlah kunjungan kerjanya ke beberapa provinsi dengan kawasan wisata beberapa waktu belakangan ini, dengan menggelar rapat terbatas mengenai pengembangan destinasi wisata prioritas, pada Senin (15/7) di Kantor Presiden, Jakarta.

Melalui kunjungannya ke beberapa destinasi wisata seperti Mandalika, Danau Toba, sejumlah lokasi di Manado dan Labuan Bajo, Presiden Jokowi mendapati adanya permasalahan yang harus dibenahi. Secara umum, dirinya melihat permasalahan dalam hal tata ruang di daerah atau wilayah tujuan wisata. Ia berharap agar permasalahan pertama itu dapat segera diatasi oleh jajarannya.

Presiden mengatakan memang masih ada problem pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih harus kita benahi. Terakhir, kemarin masih ada masalah misalnya di Sulawesi Utara, masih ada itu. Di Labuan Bajo juga ada, jelasnya.

Selain itu, persoalan infrastruktur pendukung pariwisata kedua yang harus diperbaiki adalah kemudahan wisatawan untuk berkunjung ke titik-titik destinasi wisata di satu provinsi.

Terkait hal tersebut, pemerintah pusat dalam sejumlah kesempatan menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah dengan membantu menyiapkan infrastruktur terkait.

Saya melihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi baik berupa terminal airport, runway yang masih kurang panjang, kemudian juga konektivitas jalan menuju ke lokasi wisata yang akan dituju, dan juga yang berkaitan dengan dermaga pelabuhan, jelas Presiden.

Sedangkan yang ketiga adalah urusan pembenahan pelabuhan. Ia menambahkan saat berkunjung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu, pembenahan di lokasi tersebut sudah sangat mendesak.

Menurutnya, bercampurnya aktivitas muat barang dan wisatawan di Pelabuhan Labuan Bajo harus segera dibenahi agar tidak terjadi keruwetan yang akan membingungkan wisatawan itu sendiri.

Hal lainnya yang ditekankan Presiden ialah mengenai kesiapan sumber daya manusia (SDM) setempat yang diharapkan dapat membuka diri dan betul-betul mampu menghadirkan suasana yang nyaman bagi para wisatawan yang datang. Maka itu, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk menyediakan beragam pelatihan bagi para SDM lokal.

Semuanya diberikan pelatihan-pelatihan sehingga mereka bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik dengan keramahtamahan, dengan senyuman yang baik, dan juga pembenahan sarana dan prasarana yang ada.

Ini akan memberikan dampak yang baik. Baik perubahan di budaya kerja, budaya melayani, budaya kebersihan, jelasnya.

Selanjutnya, Presiden mengatakan bahwa pengembangan destinasi wisata prioritas tak hanya dilakukan pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Presiden meminta pemerintah daerah setempat dengan dibantu lembaga terkait untuk mulai menyiapkan atraksi-atraksi wisata baru yang nantinya dapat menjadi nilai tambah dan menjadi suatu hal yang menarik wisatawan asing.

Saya kira banyak sekali yang perlu dikerjakan misalnya tarian-tarian budaya yang dari sisi materialnya bagus, tetapi mohon ini mungkin di Bekraf bisa memberikan suntikan mengenai desain pakaian, kostum, dan lain-lain yang bisa diperbaiki dengan sebuah injeksi dari desainer yang baik, ungkapnya.

Adapun hal yang keenam, apabila semua hal tersebut di atas sudah dilaksanakan dengan baik, selanjutnya pemerintah akan menggelar promosi pariwisata secara
besar-besaran dan terintegrasi. Dengan itu diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terangkat dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Terakhir baru promosi akan dilakukan secara besar-besaran secara terintegrasi sehingga betul-betul kita mendapatkan manfaat, mendapatkan multiplier effect yang
besar dan memberikan pertumbuhan pada ekonomi daerah maupun ekonomi nasional, terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here