Dubes RI Tantowi Promo Wisata Indonesia ke 20 Negara Kawasan Pasifik

0
257
Dubes RI Tantowi Promo Wisata Indonesia ke 20 Negara Kawasan Pasifik (Dok: Kominfo)

(Vibizmedia – Nasional) Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya pada acara The First Pacific Exposition & Tourism Forum yang diselenggarakan di Auckland, Selandia Baru, 11-14 Juli 2019, mempromosikan pariwisata Tanah Air ke 20 negara di kawasan Pasifik yang menghadiri acara tersebut. Dalam forum yang mengangkat tema “Towards One Pacific Destination” ini hadir pula dua Menteri RI yakni Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Negara-negara tersebut adalah Australia, Cook Island, Federated States of Micronesia, Fiji, French Polynesia, Indonesia, Kiribati, Marshall Islands, Nauru, New Zealand, Niue, Palau, Papua New Guinea, Samoa, Solomon Islands, Timor Leste, Tuvalu, Vanuatu, New Caledonia.

Dubes Tantowi di Convention Center, menjelaskan bahwa Indonesia adalah bagian dari Pasifik yang   memiliki ratusan suku, bahasa, adat tradisi dan kepercayaan. Posisi Indonesia secara geografis menghadap ke laut Pasifik. Ada 5 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang menghadap ke pasifik, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Timor Barat atau NTT.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menjadi pembicara kunci di acara itu menyambut gembira pertemuan negara-negara Pasifik yang diinisiasi KBRI Wellington ini. Semangat negara-negara Pasifik itu juga diapresiasi, untuk membangun kolaborasi di sektor pariwisata. Pemerintah Indonesia berharap  dapat memberikan kontribusi positif untuk kerjasama timbal balik antara Negara-negara Pasifik ini.

Kawasan ASEAN yang dulu hanya memiliki forum_ministrial_meeting_untuk pariwisata, akhirnya berkembang menjadi  ATF (ASEAN Tourism Forum) dan dalam tiga tahun terakhir membuat kesepakatan ASEAN Single Destination.

“Maka ASEAN juga melakukannya, dan sukses mengembangkan paket produk destinasi bersama, promosi bersama, baik B to B, maupun G to G, antarnegara Asia Tenggara, termasuk sampai membangun SDM standar ASEAN,” kata Arief Yahya.

Melalui Rencana Strategis Pariwisata ASEAN untuk 2016-2025, ASEAN ingin membangun tujuan wisata berkualitas yang menawarkan pengalaman ASEAN yang unik, beragam, dan berkomitmen untuk pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab, berkelanjutan, inklusif dan seimbang, untuk berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat ASEAN.

Strategi yang akan diambil untuk meningkatkan daya saing adalah diversifikasi produk pariwisata, menarik investasi pariwisata dan meningkatkan kualiatas SDM pariwisata, standar fasilitas pariwisata, dan pelayanannya.

Strategi berikutnya  adalah memastikan pengembagan pariwisata berkelanjutan dan inklusif, yang memerlukan beberapa tindakan, yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat lokal, sektor swasta dan sektor publik dalam pembangunan, memastikan keselamatan dan keamanan, memprioritaskan perlindungan dan pengelolaan situs warisan dan juga meningkatkan upaya terhadap pelestarian lingkungan dan perubahan iklim.

Emy T/Journalist/ VM
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here