Program Promoter Terbukti Tingkatkan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

0
129
Peringatan Hari Bhayangkara ke-73 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Jakarta) Tingkat kepercayaan publik kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tingkat kepercayaan terus tumbuh karena adanya program Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya). Program unggulan Kapolri Jenderal Tito yang telah berjalan sejak 2016 lalu.

Padahal tahun 2016 silam, Korps Bhayangkara termasuk dalam tiga institusi dengan kepercayaan publik yang rendah. Tiga tahun implementasi Program Promoter telah menunjukkan hasil yang baik.

Kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat. Polri pada tahun 2016 termasuk dalam 3 institusi dengan kepercayaan publik rendah, dan saat ini berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga yang kredibel, telah berada pada 3 besar lembaga yang dipercaya publik, jelas Tito dalam Peringatan Hari Bhayangkara ke-73, di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Dalam 3 tahun terakhir, Polri terus melakukan perbaikan-perbaikan melalui Program Promoter ini dengan menitikberatkan pada 3 kebijakan utama yakni peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media.

Kebijakan peningkatan kinerja telah diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, profesionalisme dalam rangka penegakan hukum dan pemeliharaan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) secara optimal.Sedangkan perbaikan kultur, dengan menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif.

Untuk manajemen media diwujudkan dengan menyampaikan kegiatan Polri di dalam pemeliharaan kamtibmas dan meminimalisir berita negatif termasuk hoaks dan ujaran kebencian, jelas Tito.

Atas pencapaian kepercayaan publik tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan saya menghargai tingkat kepercayaaan publik kepada Polri semakin meningkat, namun itu tidak cukup karena tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Oleh karena itu profesionalitas dan prestasi polri harus terus ditingkatkan, jelasnya.

Ia pun meminta Polri terus mengantisipasi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Presiden Jokowi menyampaikan kejahatan konvensional yang terus meresahkan masyarakat harus terus dijadikan perhatian.

Kejahatan lintas negara seperti kejahatan terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang dan kejahatan siber, harus terus dicegah agar jangan sampai terjadi di Indonesia. Kejahatan yang menggangu ketertiban sosial seperti konflik sosial kerusuhan massa dan unjuk rasa anarkis harus terus diantisipasi, tegas Presiden Jokowi di peringatan Hari Bhayangkara ke-73 di Monas, Jakarta.

Selain itu, kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal fishing, illegal logging, dan tindak pidana korupsi juga harus dicegah dan diberantas. Saya perlu menegaskan bahwa terorisme dan radikalisme masih berpotensi menjadi tantangan yang serius.

Perkembangan teknologi informasi juga mendukung kejahatan di ruang-ruang siber. Penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian menjadi ancaman untuk kerukunan, ancaman bagi persatuan, ancaman bagi kesatuan bangsa kita, jelasnya.

Baginya, kejahatan-kejahatan tersebut membutuhkan kecerdasan dan kecepatan bertindak dari Polri. Semua harus ditangani polri secara profesional, akuntabel dan sinergi dengan lembaga lain, tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here