Harga Emas Bangkit Dari Pelemahan 4 Hari Berturut, Hiraukan Kuatnya Dolar AS

1
189

(Vibizmedia-Commodity) – Mengakhiri  perdagangan komoditi sesi Amerika Rabu (10/07) harga emas rebound setelah perdagangan sebelumnya anjlok selama 4 hari berturut sekalipun posisi dolar AS masih bergerak kuat hingga naik ke puncak 3 pekan. Jelang penutupan perdagangan semalam, pasar beralih memburu emas dengan harapan sinyal penurunan suku bunga kembali bergulir.

Harga emas spot atau LLG ditutup  menguat  0,13% pada $1,397.15 per troy ounce, setelah akhir dibuka pada posisi $1,394.90 dan sempat turun ke posisi $1,385.91.  Demikian untuk harga emas berjangka AS kontrak bulan Agustus  naik 0,18% menjadi $1,397.25, setelah perdagangan sebelumnya  ditutup pada posisi $1,396.40.

Kenaikan harga emas kali ini menghiraukan masih kuatnya sinyal perdagangan aset resiko  seperti kenaikan imbal hasil obligasi dan juga keuntungan yang terjadi pada perdagangan bursa saham Amerika.

Imbal hasil obligasi naik lebih tinggin lagi diatas 2 persen setelah perdagangan pekan lalu berada di bawah 2 persen atau terendah sejak Agustus 2016. Sedangkan bursa Amerika terpantau ditutup dengan keuntungan yang mixed.

 

Investor mengharapkan paparan Jerome Powell untuk memberikan beberapa petunjuk tentang prospek suku bunga bank sentral. Ketua Fed tersebut akan memberikan laporan di depan Komite Jasa Keuangan House pada hari Rabu dan sebelum Komite Perbankan Senat pada hari Kamis. Powell kemungkinan tidak akan secara khusus memaparkan rencana bank sentral kepada anggota parlemen, tetapi para investor cenderung menganalisis komentarnya untuk mencari petunjuk tentang prospek suku bunga.

Untuk perdagangan selanjutnya  hingga sesi Amerika malam nanti berakhir, analyst Vibiz Research Center memperkirakan posisi support di 1386.13– 1381.05. Namun jika bergerak naik akan  mendaki ke posisi resisten 1400,63 – 1405.18.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

1 COMMENT

  1. Semua menantikan laporan Jerome Powell Di hadapan Komite Perbankan AS.. China akan ambil ‘kursi’ paling depan untuk menyimaknya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here