Kondisi Dolar AS Terhadap Rival Utamanya Pasca Kuatnya NFP Bulan Juni

1
182

(Vibizmedia – Forex) – Dolar AS memperpanjang kenaikannya baru-baru ini dan tetap di posisi  tertinggi tiga minggu pada akhir perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu Selasa (09/07).  Optimisme tentang penurunan  suku bunga oleh Federal Reserve memudar pada hari Jumat lalu setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan peningkatan pasar tenaga kerja  lebih besar dari yang diharapkan  di bulan Juni.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya ditutup menguat 0,13% ke posisi 97.42 setelah dibuka  pada posisi 97.23 dan sempat turun ke posisi rendah 97.16.

Terhadap euro, dolar menguat menjadi $1,1207, naik sekitar 0,15% setelah dibuka pada $1,1235.  Sentix melaporkan kepercayaan investor kawasan euro melemah pada Juli ke level terendah selama empat setengah tahun, meredam ekspektasi rebound karena beberapa penurunan eskalasi ketegangan perdagangan global.

Di Jerman, output industri tumbuh 0,3%  di bulan Mei, membalikkan penurunan 2% di bulan April.  Secara tahunan, output industri turun 3,7% setelah berkurang 2,3% sebulan yang lalu.  Laporan lain dari Destatis mengatakan ekspor Jerman rebound pada bulan Mei, naik 1,1% dan   impor turun tak terduga sebesar 0,5%, sehingga surplus perdagangan Jerman meningkat menjadi EUR 18,7 miliar dari EUR 16,9 miliar pada bulan sebelumnya.

Dolar AS naik 0,12% terhadap Poundsterling pada posisi $1,2510, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya $ 1,2525.

Yen Jepang melemah menjadi 108,76 dolar, turun sekitar 0,26%, setelah data yang dirilis oleh Kantor Kabinet pada hari Senin menunjukkan pesanan mesin inti di Jepang turun jauh lebih besar dari yang diperkirakan 7,8% pada bulan Mei, menjadi 842,9 miliar yen .

Dolar naik 0,11% terhadap Aussie dan loonie, dengan masing-masing pasangan diperdagangkan di 0,6972 dan 1,3096. Demikian terhadap franc Swiss, dolar AS naik sekitar 0,3% di 0,9945.

Lira Turki turun tajam terhadap dolar, karena Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memecat Gubernur bank sentral, Murat Cetinkaya, menyusul penolakannya untuk memotong suku bunga untuk membantu merangsang pertumbuhan ekonomi. Lira turun ke level rendah 5,7999 melawan greenback, sebelum pulih ke 5,7374 dolar, masih turun hampir 2% dari penutupan sebelumnya.

Untuk pergerakan pasar forex perdagangan hari ini tidak banyak data dari kalender ekonomi baik di kawasan Asia, Eropa dan juga Amerika. Fokus pasar masih tertuju kebijakan Federal Reserve terhadap suku bunganya, malam ini akan ada kesempatan Ketua Fed berbicara di Fed Boston, serta 2 pejabat Fed lainnya di tempat berbeda.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here