Ekspor Turun, Presiden Jokowi Minta Jajarannya Sinergi Gunakan Peluang

0
137

(Vibizmedia-Bogor) Turunnya ekspor pada Mei 2019, membuat Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan antar kementerian/lembaga bersinergi untuk menghadapi tantangan yang ada.

Dalam pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Joko Widodo mengatakan semua hal yang terjadi, kalau hanya terbelit dengan rutinitas dan tidak berani melihat problem, sampai kapan pun kita tidak akan bisa mengatasi tantangan yang ada.

Ia pun membahas mengenai kinerja ekonomi Indonesia terutama setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekspor dan impor Indonesia per Mei 2019.

Sejumlah pekerjaan pemerintah pada 2019 yang masih harus diselesaikan, kembali diingatkannya.

Kita perlu melihat betul angka-angka yg telah didapat oleh BPS. Ini hati-hati yang berkaitan misalnya dgn ekspor dan impor, tegas Presiden Jokowi

Isu pertama yang disorot Jokowi adalah penurunan ekspor sebesar 8,6% dalam periode Januariā€”Mei 2019 dan penurunan impor 9,2% dalam periode yang sama. Seperti diketahui, neraca perdagangan Indonesia defisit USD 2,14 miliar.

Presiden pun meminta para menteri untuk mencermati angka-angka tersebut dan mempertanyakan kenapa nilai impor begitu tinggi.

Kalau didetailkan lagi (impor) migas juga naiknya gede sekali. Hati-hati di migas, Pak Menteri ESDM yang berkaitan dengan ini, Bu Menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena paling banyak ada di situ (migas), jelas Presiden.

Sementara, dari sektor ekspor, Jokowi mengatakan Indonesia memiliki peluang yang besar untuk ekspor, terutama setelah terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Menurutnya, kesempatan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat itu besar sekali karena adanya pengenaan tarif terhadap produk-produk dari China.

Ini kesempatan kita untuk meningkatkan kapasitas dari pabrik-pabrik, industri-industri yang ada. Tetapi sekali lagi pemerintah mestinya berikan insentif-insentif terhadap peluang-peluang yang ada. Kalau kita hanya rutinitas nggak bisa kasih insentif-insentif khusus bagi eksportir, baik yang kecil, besar maupun sedang, ataupun insentif-insentif yang berupa bunga misalnya sulit untuk mereka bisa nembus, baik ke pasar yang tadi saya sampaikan maupun pasar-pasar baru yang ada, jelasnya.

Presiden Jokowi juga menyinggung mengenai investasi. Dirinya sudah puluhan kali menyampaikan bahwa investasi yang berkaitan dengan ekspor, investasi yang berkaitan dengan subtitusi impor, harus diberi izin secepat-cepatnya.

Di samping itu, Presiden Jokowi juga menyinggung mengenai kunjungan kerja terakhirnya ke Manado, Sulawesi Utara. Ia sampaikan bahwa wilayah itu kekurangan hotel. Di sisi lain, ada banyak perusahaan yang ingin membangun hotel.

Selain itu, baginya urusan yang berkaitan dengan tata ruang sebetulnya dari Menteri BPN bisa menyelesaikan dengan kesepakatan-kesepakatan yang memang harus itu dilakukan. Untuk inilah dirinya meminta kerja terintegrasi dan kerja tim antar kementerian harus didahulukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here