Tantangan Green Finance Yang Berkelanjutan di Negara Berkembang

0
273

(Vibizmedia – Economy & Business) – Dalam Seminar Pembiayaan yang Berkelanjutan di Negara Berkembang: Tantangan dan Kesempatan yang menjadi salah satu topik dalam pertemuan negara-negara G-20 pada Selasa, (25/06) di London, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebagai salah satu pembicara dalam Seminar tersebut menekankan pentingnya regulasi pembiayaan hijau (green finance) dan melihat contoh bagaimana membuat instrumen dan mengajak pihak swasta untuk bisa ikut mendorong pasar.

Namun, Menkeu mengatakan green bond yang diterbitkan Indonesia belum sepenuhnya berwawasan lingkungan meskipun cukup diminati oleh pasar internasional. Dari portofolio pembelinya, 29% dibeli oleh green investor dan 71% persen dibeli oleh investor regular, demikian dilansir dari Kementerian Keuangan.

“Meskipun cukup tinggi minat para investor internasional, dari preferensi pembeli dan dihubungkan dengan proyeknya, green bond Indonesia belum benar-benar menggambarkan sebagai green bond,” jelas Menkeu.

Namun demikian, meskipun investor mendorong Kementerian Keuangan untuk menerbitkan lebih banyak lagi green bond, ia juga menyadari pertimbangan manajer investasi tentang bagaimana promosinya, berapa banyak pembeliannya, dimana negara pemasarannya, instrumen apa yang diterbitkan serta yang tak kalah penting adalah stabilitas negara.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting 
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here