Ledakan Tanker Kawasan Teluk Picu Lompatan Harga Minyak Dunia

0
115

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan internasional atau minyak Brent  pada akhir sesi Amerika beberapa saat lalu Jumat (14/06) melompat dari posisi harga terendah 5 bulan. Sentimen positif pasar didapat dari berita ledakan  terhadap dua kapal tanker di lepas pantai Iran, yang menambah ketakutan akan konflik Timur Tengah.

Akibat ledakan tersebut, kapal mengalami kerusakan yang signifikan dan beruntung kru mereka telah dievakuasi. Serangan terjadi di Teluk Oman, dekat Selat Hormuz yang merupakan  jalur laut tersibuk di dunia untuk pengiriman minyak.  Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan juga Presiden Trump menyalahkan Iran atas serangan itu.

Harga minyak mentah Brent ditutup naik $1,34  atau 2,2%  menjadi $61,31 per barel setelah sempat naik ke posisi tinggi dengan kenaikan 4 persen pada posisi  $62,74. Demikian juga dengan harga minyak mentah berjangka  West Texas Intermediate AS ditutup naik $1,14 atau 2,2% pada posisi $52,22,  setelah sempat naik tinggi ke posisi $ 53,59.

Angkatan Laut Iran sedang menyelidiki insiden itu, menurut kantor berita milik pemerintah IRNA. Awak di atas salah satu kapal bernama Front Altair, pada awalnya dijemput oleh kapal terdekat, tetapi dipindahkan ke kapal penyelamat Iran dan dibawa ke pelabuhan di Iran selatan.

Awak di atas kapal lain bernama Kokuka Courageous, dibawa ke atas kapal AS Bainbridge,  kapal-kapal angkatan laut AS memberikan bantuan setelah pasukan di wilayah tersebut menerima dua panggilan marabahaya yang terpisah.

Kapal itu kira-kira 14 mil laut di lepas pantai Iran dan 70 mil laut dari pantai Fujairah Uni Emirat Arab, yang merupakan tempat dugaan serangan sabotase terhadap empat kapal tanker pada pertengahan Mei yang oleh pihak berwenang AS menyalahkan Iran. Iran membantah terlibat.

Sebelumnya  harga minyak jatuh ke posisi terendah lima bulan, melanjutkan penurunan tajam yang dipicu oleh kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China akan memperlambat pertumbuhan global dan mengurangi permintaan bahan bakar. Juga anjlok parah tersebut dipicu oleh laporan melimpahnya pasokan minyak AS oleh EIA.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here