Dengan B30, Pemerintah Pangkas Impor BBM

0
76

(Vibizmedia-Nasional) Guna memangkas defisit neraca perdagangan dan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar campuran nabati biodiesel 30% atau B30.

Selain untuk mengurangi ketergantungan impor, penggunaan campuran B30 ini juga menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan. Untuk itu, pemerintah akan mewajibkan penggunaan campuran B30 pada kendaraan mulai tahun 2020 mendatang.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan penerapan B30 ini, dapat mengurangi impor solar sebesar 8 sampai 9 juta kiloliter, sehingga menghemat impor sebesar Rp 70 triliun.

Dadan ungkapkan 8-9 juta KL akan kita hindari impor solar. Berapa nilainya, kalikan saja misalkan sekarang HIP untuk solar Rp 8.900 per liter. Kalau 8-9 juta KL sekitar Rp 70 triliunan, dengan sekarang berarti sekitar USD 6 miliar, jelasnya di Kementerian ESDM Jakarta, pada Kamis (13/6).

Disamping itu, menurut Ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor kapasitas terpasang industri yang mengolah fatty acid methyl ester (FAME) sebesar 12 juta KL. FAME sendiri merupakan unsur dari sawit yang digunakan sebagai bahan campuran B30.

Saat ini, konsumsi FAME untuk ekspor 1,5 juta KL dan dalam negeri 6 juta KL. Sementara, industri terpasang dari 19 pabrik memproses FAME mencapai 12 juta KL. Sekarang ekspor 1,5 juta, dalam negeri 6 juta, masih bisa kira-kira 5 juta KL lagi, jelas Tumanggor.

Maka diperkirakan dengan B30, ada penambahan konsumsi 3 juta KL. Walaupun ada penambahan, industri masih bisa memenuhi FAME. Tumanggor mengatakan melalui kebijakan tersebut, saat ini, banyak pengusaha yang ingin membangun pabrik biodiesel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here