Presiden Jokowi Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Peluang Perang Dagang AS-China

0
67
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden mengajak para pengusaha untuk menyikapi peluang baru bagi Indonesia dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Untuk itu, dalam pengantar pertemuan, yang dihadiri oleh Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani, dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bahlil Lahadalia ini, Ia ingin mendapatkan masukan dari kalangan pelaku usaha dan mengetahui kondisi serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi di dunia usaha Indonesia.

Presiden Jokowi ungkapkan siang hari ini saya minta masukan, tapi enggak usah banyak-banyak, kira-kira yang konkret satu sampai tiga (masukan) yang kira-kira bisa kita kerjakan. Biar saya bisa kerja, (dan tahu) apa yang diinginkan pengusaha.

Selain itu, Presiden juga membahas soal kondisi terkini mengenai perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski menimbulkan gejolak perekonomian global, Presiden berpandangan bahwa perang dagang tersebut sebenarnya memunculkan peluang bagi Indonesia yang dapat dimanfaatkan dengan baik.

Jangan kita memandang itu (perang dagang) sebagai sebuah masalah besar. Tetapi menurut saya adalah sebuah peluang yang bisa kita ambil dari ramainya perang dagang ini. Saya melihat bapak, ibu, dan saudara semua berada pada garis yang paling depan dalam memanfaatkan peluang ini, jelasnya.

Presiden melanjutkan, tarif bea masuk terhadap produk-produk Tiongkok oleh pemerintah Amerika Serikat dalam perang dagang tersebut misalnya dapat dimanfaatkan Indonesia untuk masuk ke pasar Negeri Paman Sam tersebut. Indonesia disebutnya harus dapat memperbesar ekspor produk-produknya ke Amerika Serikat.

Saya melihat misalnya seperti pasar di Amerika yang sebelumnya dimasuki produk-produk dari Tiongkok, ini bisa menjadi peluang-peluang kita untuk bisa memperbesar kapasitas sehingga produk-produk kita bisa masuk ke sana, ungkap Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here