Rusia dan Arab Belum Kompak, Harga Minyak Terjun Dari Harga Tinggi Sepekan

0
79

(Vibizmedia- Market News) – Mengakhiri perdagangan komoditas internasional awal pekan Selasa (11/06) dini hari, harga minyak mentah terjun dari posisi tertinggi sepekan yang dicapai awal sesi. Buruknya pergerakan harga minyak dikarenakan produsen utama Arab Saudi dan Rusia belum sepakat untuk memperpanjang kesepakatan pemotongan produksi dan ketegangan perdagangan AS-Cina terus mengancam permintaan minyak mentah.

Harga minyak mentah berjangka Brent kontrak bulan Juli sebagai acuan harga internasional , turun $1 atau 1,6% menjadi $ 62,29 per barel. Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 73 sen pada posisi $ 53,26 per barel, yang jatuh 1,4% pada hari itu dan sempat naik ke posisi tinggi sepekan di posisi $54,80.

Sentimen negatif pasar datang dari berita Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa Rusia adalah satu-satunya pengekspor minyak yang masih ragu mengenai perlunya memperpanjang kesepakatan produksi yang disepakati oleh para produsen OPEC.

Pemerintah Rusia sedang mempertimbangkan apakah pengurangan lebih lanjut dapat memungkinkan Amerika Serikat untuk mengambil pangsa pasar Rusia dan belum memberi sinyal apakah akan terus mengekang pasokan minyak mentahnya.

Namun menteri energi Rusia Alexander Novak mengatakan masih ada risiko produsen minyak memompa terlalu banyak minyak mentah dan harga turun tajam. Novak mengatakan dia tidak bisa mengesampingkan penurunan harga minyak menjadi $30 per barel jika kesepakatan pemangkasan pasokan global tidak diperpanjang.

Kekhawatiran pasar akan permintaan global kembali bergulir setelah dalam wawancara dengan media Presiden Trump mengancam China akan mengenakan tarif tambahan untuk barang-barang Cina jika pada KTT G20 bulan ini tidak ada kesepakatan perdagangan yang dicapai dengan Presiden China. Sebagai informasi, KTT G-20 akan diadakan di Osaka-Jepang pada tanggal 28-29 Juni 2019.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya berpotensi terus alami penurunan dengan bergerak ke posisi support 52.43 – 51.85. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan naik menemui posisi resisten 54.30 – 55.75.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here