Kementan Bantu Petani Hadapi Era Industri 4.0 Dengan Combine Harvester

0
70

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Pertanian (Kementan) siapkan alat mesin pemanen kombinasi atau combine harvester dari Jepang, guna menghemat biaya tenaga kerja dan efisiensi usaha tani.

Langkah ini diambil, agar petani siap dalam menghadapi era industri 4.0, dimana mesin combine harvester yang disediakan oleh Kementan tersebut tersedia dalam tipe dorong dan tipe kemudi dengan lebar pemotongan dan mesin yang bervariasi.

Mesin berguna untuk memanen tanaman serealia seperti padi, gandum, oat, rye, barley, jagung, kedelai, dan flax, ini (mesin pemanen) adalah salah satu penemuan penting di bidang pertanian, ungkap Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy dalam keterangan tertulisnya pada Senin (10/6).

Sarwo Edhy ungkapkan melalui pemberian bantuan alat dan mesin pasca panen ini, Ia berharap dapat meningkatkan produksi tanaman padi dan palawija dalam rangka meningkatkan produksi pangan.

Fungsi combine harvester ini hanya mengumpankan bagian mulai dari padi yang kemudian dipotong ke bagian perontok mesin. Setelah itu, gabah hasil perontokan ditampung dalam karung atau tangki penampung gabah sementara. Bagian pemotong dari mesin ini sebenarnya hampir sama dengan bagian pemotong dari binder, hanya saja bagian pengikatnya digantikan dengan bagian perontokan.

Dari sisi lebar pemotongan, combine harvester ini tersedia mulai dari 60 sentimeter hingga 1,5 meter. Sementara untuk mesinnya tersedia mulai dari 7 horse power hingga 30 horse power.

Sedangkan kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 meter per detik. Dengan memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan manual di bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan berkisar 2 jam per hektar, terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here