Antisipasi Titik Puncak Arus Balik, Menhub Himbau Pemudik Kembali Sebelum H+4

0
88
Ilustrasi kemacetan arus balik Lebaran 2019. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/FERDIE

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memprediksi pada Minggu (9/6) mendatang, volume kendaraan arus balik Lebaran akan mencapai titik puncak.

Dirinya menyarankan kepada pemudik untuk dapat memanfaatkan waktu yang relatif pendek hanya 3 hari ini, agar pemudik tidak terjebat macet, ungkap Budi dalam konferensi pers di Pos Pantau Media Center Jasa Marga, di Cikampek pada Jumat (7/6) yang juga dihadiri oleh Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Komisaris Besar Polisi Benyamin, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi.

Dengan pemberlakuan sistem satu arah (one way) sejak tanggal 7-9 Juni, pemudik memiliki kesempatan untuk kembali ke arah Barat melalui tol dari arah Timur menuju arah Jakarta dengan titik awal Kilometer (KM) 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung sampai dengan KM 70 GT Cikampek Utama.

Menhub Budi Karya sarankan dikarenakan para pemudik cenderung memilih waktu balik yang berdekatan dengan hari masuk kerja, untuk memilih waktu balik selain hari Minggu (9/6).

Kita sangat menghindari (arus balik) tanggal 9 sebagai puncak, karena cukup berbahaya kalau tidak dilakukan secara intensif, jelasnya.

Baginya, dengan timbulnya kemacetan yang panjang, dapat mengakibatkan kerugian bagi para pemudik yang dapat menguras tenaga dan waktu. Akhirnya menjadi tidak efektif.

Sementara, mundurnya penerapan sistem one way pada siang tadi, menurut Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Komisaris Besar Polisi Benyamin mengatakan pengguna jalan masih memanfaatkan tempat istirahat (rest area) di jalur arah Cikampek.

Rest area dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan di ruas tol. Pemudik diimbau lebih bijak untuk tidak terlalu lama berada di rest area. Benyamin mengingatkan, para pemudik tidak berhenti di rest area ruas Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu untuk mengantisipasi kepadatan di gerbang keluar tol. Karena akan sangat mengganggu dan menimbulkan kemacetan panjang, jelas Benyamin.

Untuk itu, pihaknya akan menerapkan sistem buka tutup rest area, ditambah Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek akan menyiapkan pengaturan operasional GT Cikampek Utama yang saat ini memiliki total 29 gardu operasi yang aktif, dengan menambahkan empat unit operasi Oblique Approach Booth (OAB) dan 25 mobile reader.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here