Kurangi Maraknya Penyebaran Hoaks, Ini Langkah Kemenkominfo

0
77
Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara Sedang Berdiskusi Dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Nasional) Maraknya tindakan kekerasan yang dipicu oleh informasi hoaks, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengurangi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dilakukan melalui platform media sosial dan percakapan instan.

Tindakan tersebut berdasarkan tingkat kegentingan peredaran konten hoaks yang menggunakan tiga langkah antara lain menutup akses tautan konten atau akun yang terindikasi menyebarkan hoaks, bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk menutup akun dan pembatasan akses terhadap sebagian fitur platform digital atau berbagi file.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, satu hoaks saja sudah cukup untuk memicu aksi massa yang berujung penghilangan nyawa, seperti salah satunya yang menimpa Mohammad Azam di India pada tahun 2018. Padahal, ada banyak hoaks sejenis itu lalu-lalang di Indonesia setiap hari, apalagi sekitar 22 Mei lalu, ungkap Rudiantara di Jakarta, pada Senin (27/5).

Baginya, hoaks yang tidak dikendalikan akan berpotensi memicu aksi massa dan kekerasan yang berdampak pada jatuhnya korban. Sehingga alternatif yang cukup efektif untuk mencegah meluasnya kerusuhan, menurut Rudiantara adalah pembatasan akses platform digital atau berbagi file.

Rudiantara jelaskan bahwa negara tetangga seperti Srilanka menutup akses ke Facebook dan WhatsApp untuk meredam dampak serangan bom gereja dan serangan anti-muslim yang mengikutinya. Sementara, Iran pernah menutup akses Facebook pada tahun 2009 setelah pengumuman kemenangan Presiden Ahmadinejad. Banyak negara lain
melakukan pembatasan dan penutupan dengan berbagai pertimbangan, ungkap Rudiantara.

Sampai dengan saat ini, upaya pembatasan akses sebagian fitur platform media sosial dan percakapan instan berupa fitur image dan video, pihaknya telah menutup ribuan akun media sosial dan situs web yakni 551 akun facebook telah diblokir, akun twitter 848 akun, Instagram 640 akun, Youtube 143 akun, serta masing-masing 1 untuk url website dan LinkedIn dengan total ada 2184 akun dan website yang telah diblokir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here