Minum Kopi Bukan Karena Rasa Tapi Dampaknya

0
99
Ilustrasi Proses Menyeduh Kopi (Foto: Ezra Judah/ VM)

(Vibizmedia – International) Apakah Anda penikmat kopi dan memilih kopi yang dipanggang pada tingkat tertentu, misalnya dark roast? Ternyata, pilihan kita atas kafein kopi – atau mungkin minuman bersoda yang manis – bukan didorong oleh rasa minuman itu melainkan bagaimana perasaan kita setelah menikmatinya.

Tim ilmuwan genetika pada Northwestern University, Illinois, Amerika Serikat menerbitkan kesimpulan kajian baru itu dalam Human Molecular Genetics baru-baru ini. Dalam karya yang pernah diterbitkan, Marilyn Cornelis telah menulis tentang genetika konsumsi kopi.

Kepada kantor berita Perancis, AFP, Cornelis mengatakan, untuk karya terbaru, ia akan menetapkan gen perasa mana yang paling mempengeruhi seseorang  atas apa yang diminum.

Hasilnya cukup mengejutkan karena ternyata  bahwa pilihan orang terhadap kopi tidak didasarkan pada variasi dalam gen perasa, melainkan pada gen-gen yang terkait efek minuman.

“Genetika yang mendasari pilihan kita terkait komponen psikoaktif dari minuman,” ujar Cornelis. “Orang menyukai perasaan yang timbul setelah meminum kopi. Itu sebabnya mereka meminumnya.”

Hasil penelitian yang didanai Asosiasi Jantung Amerika dan Institut Kesehatan Nasional itu mengumpulkan kuesioner diet 24 jam dari sekitar 336 ribu orang keturunan Eropa dari Biobank, Inggris.

Minuman dikelompokkan menjadi kelompok rasa-pahit dan kelompok rasa-manis. Pahit termasuk kopi dan teh, jus jeruk bali, anggur merah dan minuman beralkohol; sedangkan kelompok manis adalah minuman yang diberi gula, minuman yang diberi pemanis buatan, dan jus buah bukan jeruk.

Tim peneliti kemudian melakukan kajian luas terkait genome mengenai pola konsumsi responden tersebut. “Rasa mungkin menjadi faktor,” ujar Cornelis kepada AFP, tetapi “itu adalah rasa yang didapat.”

Kopi, karena pahitnya, “adalah sesuatu yang harus kita hindari pada tingkat evolusi,” katanya. “Tetapi, kita mengonsumsinya karena kita tahu menyamakan rasa tersebut dengan efek kafein.” Jadi dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan orang meminum kopi bukan terutama karena rasanya tetapi karena efek (termasuk perasaan yang timbul) dari kopi yang diminum.

Sumber: www.voaindonesia.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here