Bursa Asia Alami Kerugian Besar Oleh Tidak Adanya Resolusi Perang AS-China

0
108

(Vibizmedia – Index) – Bursa saham utama Asia Pasifik pada perdagangan awal pekan hari Senin (13/05) ambruk oleh sentimen tidak adanya resolusi setelah pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China  dan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mempertahankan kebijakan tarifnya, dengan mengatakan kami berada di tempat yang tepat dengan China.

Perdagangan saham di China Daratan anjlok dengan indeks komposit Shanghai jatuh  35,50 poin atau 1,21 persen menjadi 2.903,71  setelah  melonjak Jumat lalu meskipun AS menaikkan tarif dari 10% menjadi 25% untuk barang-barang Tiongkok senilai $200 miliar. Untuk bursa saham Hong Kong tutup oleh libur publik.

Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang turun  153,64 poin atau 0,72 persen menjadi 21.191,28, yang mendapat tekanan kuat dari anjloknya saham indeks kelas berat Softbank Group  dan juga saham eksportir utama ambruk oleh penguatan kurs yen. Saham-saham terkait China mempercepat penurunan, dengan pembuat suku cadang elektronik Rohm kehilangan 4,4 persen dan pembuat mesin konstruksi Komatsu berakhir turun 1,9 persen. Toshiba turun 0,7 persen setelah membukukan penurunan tajam pada laba operasional 2018.

Di bursa saham Korea Selatan, indeks Kospi anjlok mencapai level terendah empat bulan karena kesengsaraan perdagangan semakin dalam,  berakhir turun 29,03 poin atau 1,38 persen pada 2,079,01, terendah sejak 15 Januari, sementara won mencapai level terendah sejak 2017 karena meningkatnya kecemasan mengenai apakah AS dan China akan mencapai resolusi perdagangan

Dikawasan Pasifik, indeks bursa bergerak mixed dengan bursa saham Australia yang alami pergerakan negatif sedangkan bursa saham New Zealand masih menguat. Bursa Australia  anjlok dengan saham bank-bank jatuh karena Commonwealth Bank of Australia membukukan hasil kuartal ketiga yang mengecewakan di tengah biaya remediasi yang besar dan saham bank-bank besar lainnya menjadi ex-dividen.

Indeks ASX 200 anjlok 13,30 poin atau 0,21 persen menjadi 6.297,60. Sebaliknya  indeks NZX 50 di Selandia Baru alami kenaikan moderat,   berakhir naik 27,46 poin atau 0,27 persen pada 10.126,83.

Untuk perdagangan bursa saham Indonesia di bursa Jakarta anjlok cukup parah, dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 1,19 persen ke posisi 6135.39. Tekanan kuat indeks dipicu oleh anjloknya saham-saham unggulan sektor industri dasar  dan properti.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here