Bursa Pasifik Cetak Rekor, Saham China Terpukul Diantara Bursa Asia

0
49

(Vibizmedia-Index) – Perdagangan saham bursa kawasan Asia Pasifik hari Selasa (23/04)  berakhir  lebih untung  karena lonjakan harga minyak mentah ke tertinggi hampir enam bulan yang mendorong kenaikan saham-saham energi. Hanya bursa saham China dan Hong Kong yang cetak kerugian di tengah kekhawatiran bahwa pemerintah  mungkin memperlambat pelonggaran moneter.

Bursa saham China daratan memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut karena ekspektasi bahwa bank sentral China tidak mungkin untuk memotong RRR dalam waktu dekat. Indeks Shanghai Composite turun 16,45 poin atau 0,51 persen menjadi 3.198,59 sementara indeks Hang Seng Hong Kong berakhir sedikit lebih rendah pada 29.963,24.

Keuntungan bursa saham Jepang bertambah moderat, dengan saham terkait minyak meningkat tipis  setelah harga minyak mencapai tertinggi 2019. Indeks Nikkei naik tipis 41,84 poin atau 0,19 persen menjadi 22.259,74  dengan saham Japan Petroleum Exploration naik 1,3 persen, Idemitsu Kosan naik 1,7 persen dan Inpex Corp menguat 2,8 persen.

Untuk perdagangan saham di bursa Seoul  naik tipis karena investor menunggu hasil pendapatan dari perusahaan-perusahaan besar minggu ini. Indeks Kospi naik 3,86 poin atau 0,17 persen menjadi 2.220,51. Kekhawatiran seputar biaya bahan bakar yang lebih tinggi membuat saham maskapai penerbangan melemah, dengan Asiana Airlines jatuh sebanyak 6 persen. Korean Air Lines turun 1,4 persen dan Jeju Air turun 2 persen.

Demikian juga untuk perdagangan saham kawasan Pasifik, baik bursa Australia dan juga bursa New Zealand sama -sama cetak untung dan juga cetak rekor. Pasar saham Australia mencapai level tertinggi dalam hampir delapan bulan karena harga komoditas dan minyak yang lebih tinggi mendorong saham sumber daya. Indeks acuan  ASX 200 naik 59,60 poin atau 0,95 persen menjadi 6.319,40

Perdagangan saham Selandia Baru mencapai rekor tertinggi karena dolar kiwi yang lemah membantu mengangkat saham eksportir seperti Susu dan Kesehatan Fisher & Paykel. Indeks acuan  NZX 50 naik 45,22 poin atau 0,45 persen  berakhir di atas level 10.000 untuk pertama kalinya.

Untuk perdagangan bursa saham Indonesia di bursa Jakarta juga alami penguatan yang cukup signifikan dengan kini indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,79 persen ke posisi 6465.39. Dukungan kuat indeks dipicu oleh naiknya saham-saham unggulan sektor tambang dan sektor aneka industri.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here