Dolar AS Awal Pekan Masih Lemah di Posisi Terendah 2 Pekan

0
35

(Vibizmedia – Forex) – Masuki perdagangan forex awal pekan hari Senin (15/04) posisi dolar AS yang dibuka lebih rendah dari penutupan akhir pekan lalu, bergerak lemah imbas sentimen negatif perdagangan pekan lalu terhadap beberapa rival utamanya, kecuali terhadap yen Jepang.

Dolar mampu menguat terhadap yen oleh sentimen kuatnya perdagangan aset resiko,  sehingga membuat kurs Jepang yang selalu menguntungkan jika ada tekanan geopolitik dan keuangan berbalik lemah terhadap dolar AS dalam pair USDJPY. Mata uang safe haven terpukul oleh kuatnya sentimen yang mengangkat perdagangan aset resiko dan juga mata uang resiko seperti poundsterling, aussie dolar dan juga loonie Canada.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa rival mata uang utama sedang turun sekitar 0,06 persen menjadi 96.91 setelah dibuka pada posisi 96.92. Sebagai informasi, akhir pekan lalu dolar mencetak pelemahan mingguan dan jatuh di posisi 96.95.

Akhir pekan lalu dolar AS anjlok ke level terendah dua pekan, di tengah tanda-tanda Federal Reserve akan terus mempertahankan suku bunga tidak berubah tahun ini yang menghiraukan kekuatan data indeks harga produsen yang dirilis pekan lalu.

Perdagangan akhir pekan lalu posisi dolar juga mendapat tekanan dari buruknya data sentimen konsumen yang disurvey  University of Michigan dimana sentimen konsumen telah memburuk lebih dari yang diperkirakan pada bulan April. Indeks bulan April turun ke 96.9 sedangkan bulan sebelumnya 98.4.

Untuk pergerakan selanjutnya perdagangan hari ini tidak ada katalis dari kalender ekonomi yang penting, di sesi Amerika hanya terdapat pidato beberapa pejabatr Fed yang bisa dicermati. Karenanya analyst Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal, indeks dolar bergerak turun menuju posisi supportnya di posisi 96.72 – 96.48. Namun jika bergerak sebaliknya akan bergerak naik menuju posisi resisten di 97.16 – 97.38.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here