3 Bursa Utama Asia Cetak Untung Di tengah Surutnya Aset Resiko

0
33

(Vibizmedia-Index) – Perdagangan saham bursa kawasan Asia Pasifik hari Rabu (10/04) ditutup alami kerugian karena kekhawatiran baru atas prospek ekonomi global ditambah dengan masalah geopolitik seperti ketegangan perdagangan AS-China dan Brexit membuat selera investor untuk aset risiko pudar.

Dari beberapa indeks bursa utama yang diperdagangkan terpantau sebagian indeks utama yang menurun , kecuali bursa saham Australia, Korea Selatan dan China yang ditutup menguat tipis dan cenderung flat.

Bursa saham China daratan ditutup menguat tipis setelah awal perdagangan berada di zona negatif, indeks komposit Shanghai naik 0,03 persen setelah awal perdagangan turun hampir 1 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong turun 0,13 persen karena tekanan kuat dari anjloknya saham Tencent dan HSBC.

Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 turun 115,02 poin atau 0,53 persen pada 21.687,57 karena investor mengawasi meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Eropa dan konferensi pers yang akan datang oleh Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi. Saham eksportir berakhir lebih rendah  karena penguatan yen  dimana saham Japan Post anjlok 2,9 persen di tengah berita penjualan saham baru oleh pemerintah dan saham Sony turun 2,5 persen.

Pasar saham Korea Selatan ditutup lebih tinggi, dengan support kekuatan saham-saham finansial, telekomunikasi, dan teknologi. Indeks Kospi naik 10,83 poin atau 0,49 persen menjadi 2.224,39 di tengah aksi beli yang dominan oleh investor institusi dalam perdagangan sore hari.

Untuk perdagangan saham kawasan Asia Pasifik, bursa saham Australia menguat tipis indeks  ASX 200 menguat 0,07 persen yang disupport kenaikan saham perbankan dan tambang. Dan untuk perdagangan saham bursa New Zealand, indeks NZX anjlok selama 6 hari berturut dengan penurunan 79,34 poin atau 0,81 persen menjadi 9.707,96.

Untuk perdagangan bursa saham Indonesia di bursa Jakarta juga alami profit taking setelah perdagangan sebelumnya ditutup kuat signifikan, kini indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,09 persen ke posisi 6478.32. Tekanan kuat indeks dipicu oleh anjloknya saham-saham unggulan sektor agri dan properti.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here