Semua Bursa Asia Pasifik Gembira Untung Kecuali Bursa China

0
51

(Vibizmedia-Index) – Perdagangan bursa saham Asia  hari Selasa (26/03) ditutup  bervariasi  karena kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global masih berlanjut, mengimbangi sedikit rebound pada imbal hasil obligasi AS yang menekan bursa saham global sebelumnya.

Investor terus mengawasi perkembangan Brexit setelah anggota parlemen Inggris untuk mengambil alih kendali proses Brexit pada Senin malam, mengambilnya dari pemerintahan Perdana Menteri Theresa May. Sebuah amandemen disahkan yang memungkinkan anggota parlemen untuk mengatur jadwal untuk debat dan pemilihan berikutnya diharapkan akan berlangsung pada hari Rabu.

Perdagangan saham China memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran resesi AS dan perang perdagangan AS-Tiongkok yang berkepanjangan. Indeks Shanghai Composite turun 45,94 poin atau 1,51 persen menjadi 2.997,10 sementara indeks Hang Seng di bursa saham  Hong Kong berakhir sedikit lebih tinggi pada 28.566,91.

Bursa saham Jepang pulih dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya karena pelemahan yen mendorong saham eksportir. Indeks Nikkei melonjak 451,28 poin atau 2,15 persen menjadi 21.428,39, dengan saham-saham unggulan mencetak rebound seperti saham Canon, Toyota Motor, Honda Motor, Panasonic dan Sony naik 2-3 persen karena dolar naik terhadap yen. Saham Nintendo menguat 4,8 persen karena Wall Street Journal melaporkan pembuat video game mungkin meluncurkan dua model konsol Switch baru tahun ini.

Perdagangan saham di bursa Seoul juga rebound karena investor asing mencetak net buy setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya. Indeks Benchmark Kospi naik tipis 3,94 poin atau 0,18 persen menjadi 2.148,80 setelah jatuh terbesar dalam hampir lima bulan pada hari Senin. Saham Asiana Airlines melawan tren  hingga berakhir turun sebanyak 15 persen setelah melaporkan kerugian tahunan .

Di bursa kawasan Pasifik juga berhasil mencetak keuntungan seperti bursa saham  Australia menguat tipis di tengah banyak saham-saham unggulan yang anjlok. Indeks ASX200 naik 0,23 persen yang dibayangi oleh anjloknya saham Wesfarmers  3,5 persen setelah mengumumkan tawaran untuk mengakuisisi Lynas yang terakhir melonjak 35 persen.

Perdagangan saham di Selandia Baru berakhir  lebih tinggi, dengan indeks acuan S&P/NZX 50 naik 55,51 poin atau 0,58 persen menjadi 9.574,82 karena data surplus perdagangan melampaui perkiraan.

Untuk perdagangan bursa saham di Indonesia juga mendapat angin segara keuntungan dari bursa utama Asia dengan indeks harga saham gabungan ditutup menguat 0,92 persen ke posisi 6469,99. Yang mendapat support dari kekuatan   saham – saham sektor industrio dasar  dan manufaktur.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang
SHARE
Previous articleMUI Himbau Masyarakat Tidak Golput di Pemilu 2019
Next articlePasar Global Rebound; Kekhawatiran Resesi Mereda
Avatar
Jul Allens is Editor in Vibiznews.com and as Senior Commodity Researcher of Vibiz Research Center, that makes market analysis (fundamental & technical) and research of global commodities. Since 2004 he has also active as a national leadership trainer - Vibiz Learning Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here