Perdagangan Minyak Dunia Mixed, Harga Minyak Amerika Jatuh ke Terendah Sepekan

0
103

(Vibizmedia-Commodity) – Harga minyak mentah dunia yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional sesi Amerika  yang baru ditutup  Selasa (26/03) ditutup mixed dengan harga minyak WTI sempat turun ke posisi terendah dalam sepekan oleh kekhawatiran terus-menerus tentang perlambatan ekonomi yang mengganggu permintaan energi.

Harga minyak mentah berjangka acuan internasional atau minyak Brent yang diperdagangkan di ICE Futures Group berada di $67,21 per barel yang  naik  18 sen atau 0,3 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya, setelah membukukan penurunan mingguan 0,2% pekan lalu.

Demikian juga dengan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS yang diperdagangkan di New York Mercantile Exchange berada di $58,82 per barel atau  turun 22 sen, atau 0,4 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya, setelah alami keuntungan mingguan pekan lalu.

Harga kedua tolok ukur harga minyak mentah tersebut telah merosot lebih dari 3 persen sejak pekan lalu yang berhasil mencapai posisi harga tertinggi  tertinggi sejak bulan November 2018.

Kekhawatiran tentang potensi resesi AS muncul kembali akhir pekan lalu setelah pernyataan bearish oleh Federal Reserve AS, dengan yield  treasury 10-tahun tergelincir di bawah tingkat tiga bulan untuk pertama kalinya sejak 2007. Menambah kekhawatiran penurunan ekonomi global juga datang dari kinerja manufaktur  Jerman, ekonomi terbesar Eropa, kontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut.

Keuntungan bagi perdagangan minyak mentah selama ini datang dari pengurangan produksi minyak mentah negara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu tidak terafiliasi seperti Rusia yang telah berjanji untuk menahan sekitar 1,2 juta barel per hari (bpd) pasokan minyak tahun ini.

Untuk perdagangan hari ini  menurut analyst Vibiz Research Center akan fokus pada inventaris minyak Amerika, dimana angka mingguan pada data minyak AS dari American Petroleum Institute (API) akan dirilis malam nanti dan  diikuti oleh angka resmia dari Administrasi Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu.

Persediaan minyak mentah AS minggu lalu diperkirakan telah turun untuk minggu ketiga berturut-turut, setelah merosot hampir 10 juta barel karena ekspor naik mendekati rekor tertinggi dalam laporan EIA minggu lalu.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

        

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here