Kementan Siap Cetak 4000 Kelompok Tani Santri Milenial Tahun Ini

0
106
Ilustrasi persawahan di Sumatera Utara (Photo: Yudi/ Vibizmedia.com)

(Vibizmedia – Nasional) Sesuai program peningkatan sektor pertanian yang dicanangkan pemerintahan era Joko Widodo, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menargetkan mencetak 4.000 kelompok tani santri milenial pada tahun 2019.

Kepala Pusat Pelatihan BPPSDMP Kementan Arifin Cahya mengajak para petani maupun santri milenial untuk terjun pada sektor pertanian, yang saat ini menjadi tantangan Kementan. “Untuk itu, dibuatlah program ini. Apabila tidak ada dorongan dari pemerintah, maka pemuda tidak tertarik terjun di bidang pertanian,” tandasnya.

Kementan membuat terobosan dengan melakukan modernisasi pertanian. Kemudian, melakukan pelatihan dan bimbingan teknis sesuai dengan kebutuhan ank-anak muda. Pada akhirnya aksesibilitas produk pertanian akan perbaiki ke depannya.

“Ini tidak mudah , namun kami yakin adanya modernisasi pertanian dan melakukan pendampingan melalui pelatihan-pelatihan kepada ank-ank muda bisa mencetak santri dan petani milenial. Selain itu, meberikan bantuan alat agar mereka tertarik ke pertanian dan menjadi entrepreneur muda,” katanya.

4.000 kelompok santri mileal akan mendapat pelatihan dari BPPSDMP Kementan pada tahun ini. “Semua kebutuhan anak muda disesuaikan dengan potensinya, apakah tertarik dengan peternakan atau pangan. Ini akan kita beri bantuan sarana dan prasarana produksi,” bebernya.

Program seperti pemberian ayam secara gratis kepada para santri dapat meningkatkan pendapatan mereka dan yang lebih penting lagi diharapkan santri milenial lainnya menjadi tertarik terjun ke sektor pertanian. Potensinya besar untuk menghasilkan produksi pangan maupun peternakan.

Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) menjadi ujung tombak dalam melaksanakan pelatihan-pelatihan kepada petani milenial pada tingkat pedesaan. Pada awal tahun ini akan diberikan pelatihan dan modal berupa 500 ekor ayam per kelompok tani santri milenial.

Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Wisnu Wasesa Putra mengungkapkan bahwa santri millenial bukan hanya diberikan bantuan tetapi juga bimbingan teknis yang dilakukan di lapangan. Kemudian, setelah bimbingan teknis dilakukan pendampingan dan pengawalan. Ada evaluasi pasca bimtek, lalu ada bimbingan lanjutan dimana peserta dibimbing sampai berhasil.

Emy T/Journalist/ VM
Editor : Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here