Gejolak Brexit Membuat Dolar AS Menderita Dipukul Poundsterling

0
105

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika hari Kamis (14/03) dolar AS anjlok parah baik yang diperdagangkan dengan rival-rival utamanya maupun yang terlihat secara indeks. Indeks anjlok ke posisi terendah 8 hari dengan penurunan selama 4 hari berturut, dan rival-rivalnya mencetak rekor penguatan harian.

Diantara semua rival utamanya, kurs poundsterling yang paling banyak memukul dolar AS dengan kenaikan 1 persen lebih ke posisi tertinggi 10 bulan. Sedangkan kurs euro dan aussie sempat mendaki ke posisi rekor tinggi 8 hari, kemudian swiss franc tertinggi dalam 6 hari.

Kurs poundsterling melompat cukup tinggi selain oleh posisi dolar AS yang lemah, juga paling banyak disumbang oleh kekuatan fundamentalnya terkait Brexit. Semalam parlemen Inggris kembali melakukan pemungutan suara setelah sebelumnya melakukan yang sama menolak kesepakatan Brexit PM Inggris Theresa May dengan UE, dan hasilnya anggota parlemen menolak Brexit tanpa kesepakatan.

Penolakan anggota parlemen tersebut akan berlanjut kembali pada pertemuan mereka hari ini memutuskan penundaan Brexit melewati batas waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu tanggal 29 Maret.

Pemungutan suara hari Kamis ini merupakan sebuah langkah yang dapat meningkatkan poundsterling  karena para pelaku pasar berharap hasil pemilihan tersebut  akan meningkatkan peluang Theresa May untuk mengamankan kesepakatan Brexit atau bahkan menyebabkan Brexit dibatalkan sama sekali jika referendum kedua diadakan.

Untuk perdagangan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center, pergerakan kurs pound Inggris hari ini berpotensi alami retreat atau memangkas rekkor yang dicapai oleh profit taking pasar. Kisaran support bagi poundsterling ada pada 1.3242 – 1.3117, sedangkan kisaran resisten kuatnya ada pada 1.3351 – 1.3420.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here