Bursa Asia Ditutup Mixed, Saham Shanghai Sendirian Terpukul

0
79

(Vibizmedia-Index) – Perdagangan bursa saham Asia hari Kamis (14/03) ditutup dengan indeks yang mixed  setelah anggota parlemen Inggris menolak kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan, memaksa Perdana Menteri Theresa May untuk memberikan anggota parlemen kesempatan lain untuk memilih pada penundaan Brexit.

Selain itu data ekonomi China yang dilaporkan hari ini terkait laporan retail sales dan produksi industri  memberi sinyal pelemahan lebih lanjut di ekonomi terbesar kedua di dunia, sehingga menimbulkan sentimen negatif pasar.

Bursa saham China anjlok merespon data yang mixed, dimana produksi  industri  tumbuh 5,3 persen yang menunjukkan laju pertumbuhan paling lambat dalam 17 tahun dan jatuh jauh dari harapan untuk skor 5,5 persen. Pada saat yang sama, penjualan ritel naik 8,2 persen dan investasi aset tetap naik 6,1 persen pada periode yang sama, mengalahkan ekspektasi. Indeks Shanghai Composite turun 1,2 persen menjadi 2.990,68 sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong berakhir menguat 0,15 persen  pada 28.851,39.

Untuk perdagangan saham di bursa Jepang berakhir flat dengan indeks  Nikkei menyerah kenaikan awal untuk berakhir sedikit lebih rendah pada 21.287,02.  Tekanan indeks banyak disumbang oleh anjloknya saham  Kawasaki Kisen jatuh sebanyak 3,1 persen dan  Samco Inc anjlok 10,5 persen setelah memangkas prediksi laba bersihnya.

Bursa saham Seoul menguat setelah anggota parlemen Inggris menolak Brexit tanpa kesepakatan, sehingga indeks Kospi naik tipis 7,27 poin atau 0,34 persen menjadi 2.155,68, dipimpin oleh penguatan saham  SK Innovation dan S-Oil.

Dikawasan Pasifik, bursa saham Australia menambah keuntungan moderat karena harga komoditas yang lebih tinggi membantu mengangkat saham  sumber daya. Indeks  ASX 200 naik 18,40 poin atau 0,30 persen menjadi 6.179,60 sedangkan  bursa saham Selandia Baru dengan indeks NZX 50 ditutup naik 47,81 poin atau 0,51 persen pada 9.435,50, dibantu penguatan saham-saham pokok konsumen.

Untuk perdagangan bursa saham di Indonesia mendapat angin kekuatan yang membuat  indeks harga saham gabungan ditutup menguat 0,56 persen ke posisi 6413,26. Yang disupport oleh kenaikan saham – saham sektor industri dasar dan aneka industri.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here