Dibanding Negara-negara G20, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Nomor tiga di bawah India dan China

0
87
Presiden Jokowi didampingi Mendag bersama penerima penghargaan saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Hall 3a ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (12 Maret) .(Foto: Humas Setkab)

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, kita wajib bersyukur,  bahwa di 2018 ekonomi Indonesia masih tumbuh di angka 5,17 persen. Ini benar-benar patut disyukuri dan merupakan hasil kerjasama semua pihak, sehingga meskipun dalam 4 (empat) tahun ini ekonomi global dalam posisi tidak baik, ekonomi turun, pasar-pasar untuk komoditas juga turun, tapi Indonesia mengalami peningkatan.

“Banyak negara yang tidak bisa mempertahankan pertumbuhan ekonominya sehingga terjun ke bawah 1-2 persen,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peresmian & Penyerahan Penghargaan Pasar Rakyat Indonesia, serta Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Kabupaten Tangerang, Selasa (12/3) pagi.

Kalau dibandingkan dengan negara-negara Group 20 (G20), menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih nomor tiga di bawah India dan China.

“Jika dibandingkan pada 2014 yang berada di angka 8,3 persen lebih, inflasi kita turun pada angka 3,3 persen, 3,02 persen,  3,61 persen, kemudian di 2018 di angka 3,13 persen.Artinya. pengendalian harga itu bisa dilakukan,” tegas Presiden.

Acara pada Peresmian & Penyerahan Penghargaan Pasar Rakyat Indonesia, serta Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan itu, dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Emy T/Journalist/ VM
Editor : Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here