Bursa Australia Tidak Ikuti Optimisme Keuntungan Bursa Asia

0
56

(Vibizmedia-Index) – Harga saham di bursa Asia ditutup lebih tinggi pada perdagangan hari Selasa (12/03) oleh pudarnya kekhawatiran terhadap keadaan ekonomi global setelah data penjualan ritel AS yang stabil pada bulan Januari. Sentimen juga didukung setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May memenangkan jaminan yang mengikat secara hukum dari Uni Eropa dalam kesepakatan Brexit yang diperbarui sebelum pemungutan suara di parlemen Inggris. Diantara bursa saham Asia Pasifik utama, hanya bursa Australia yang kurang optimis sehingga masuk zona merah.

Perdagangan saham China menguat karena optimisme negoisasi perdagangan setelah laporan media menyatakan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He mengadakan panggilan telepon dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer tentang masalah-masalah utama dalam pembicaraan perdagangan mereka.

Indeks Shanghai Composite ditutup naik 33,31 poin atau 1,10 persen menjadi 3.060,31 sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong berakhir naik 1,46 persen pada 28.920,87.

Perdagangan saham di bursa Jepang juga melonjak terdongkrak keuntungan dalam ekuitas Amerika  dan berlanjutnya pelemahan yen membantu menopang sentimen investor. Indeks Nikkei ditutup menguat 78,60 poin atau 1,79 persen pada 21.503,69 dengan support kekuatan saham-saham teknologi seperti saham Tokyo Electron dan Sumco naik sekitar 2 persen. Saham TDK Corp melonjak sebanyak 4,6 persen.

Bursa saham Seoul menguat dan mencetak kenaikan satu hari terbesar sejak 20 Februari. Indeks Kospi ditutup  naik 19,08 poin atau 0,89 persen menjadi 2.157,18, Ditopang oleh penguatan saham kelas berat Samsung Electronics yang naik 2,3 persen dan pembuat chip SK SKYynix naik 1,7 persen. Saham Hyundai Motor menguat 3,7 persen setelah Institutional Shareholder Services merekomendasikan agar pemegang saham memilih dua nominasi Elliott.

Berbeda dengan perdagangan saham kawasan Pasifik yang sempat bergerak kuat awal sesi, kemudian terpangkas kembali seperti bursa saham Australia berakhir dengan penurunan indeks ASX200 0,09 persen. Berbeda di bursa saham Selandia Baru, keuntungan indeks terpangkas di zona positif dengan kenaikan 0,07 persen.

Namun keuntungan tidak berpihak pada perdagangan saham di Indonesia, dikarenakan indeks harga saham gabungan yang sempat naik ke zona hijau  ditutup anjlok 0,20 persen ke posisi 6352,77. Yang banyak ditekan oleh anjloknya saham sektor industri dasar dan perdagangan.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here