Bursa Asia Awal Pekan Ditutup Mixed, Hanya Saham China Yang Untung

0
41

(Vibizmedia-Index) – Perdagangan bursa saham Asia anjlok tajam pada akhir pekan hari Senin (11/03) ditutup dengan indeks yang mixed  karena kekhawatiran pertumbuhan global yang diimbangi harapan untuk dukungan kebijakan dari China dalam negoisasi dengan AS.  Investor juga menunggu pemungutan suara penting pada kesepakatan Brexit  Perdana Menteri Theresa May pada hari Selasa.

Bursa saham China rebound dari kerugian besar di sesi sebelumnya setelah gubernur bank sentral Yi Gang mengatakan Beijing tidak akan menggunakan nilai tukar yuan sebagai alat untuk meningkatkan ekspor atau mengurangi friksi perdagangan. Indeks Shanghai Composite naik 57,13 poin atau 1,92 persen menjadi 3.026,99 sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong naik 1 persen menjadi berakhir pada 28.503,30.

Perdagangan saham Jepang bangkit kembali dari kerugian indeks empat hari berturut karena investor sedang fokus menanti pertemuan kebijakan BOJ pada 14-15 Maret. Indeks  Nikkei naik 99,53 poin atau 0,47 persen menjadi 21.125,09 dengan saham pembuat mobil Honda Motor, Toyota, Mitsubishi Motors dan Nissan Motor naik antara 0,7 persen 1,1 persen karena dolar tetap kuat di atas ambang batas 111,00 yen.

Bursa saham Seoul berfluktuasi sebelum berakhir sebagian besar tidak berubah di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Indeks Kospi berakhir dengan 0,66 poin pada 2.138,10, menghentikan penurunan beruntun dalam 6 hari.  Saham pembuat kosmetik AmorePacific merosot 4,6 persen dan saham penyuling minyak S-Oil turun 4 persen.

Di kawasan Pasifik, perdagangan saham bursa Australia jatuh terseret oleh saham energi setelah harga minyak mentah turun 1 persen pada akhir pekan lalu karena data yang lemah dari China dan AS.  Indeks  ASX 200 turun 23,60 poin atau 0,38 persen menjadi 6.180,20 dengan saham energi seperti Woodside Petroleum, Oil Search dan Santos anjlok  sekitar 2 persen.

Demikian juga bursa kawasan pasifik lainnya di  Selandia Baru berakhir lebih rendah karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi setelah data bank sentral menunjukkan pinjaman bank baru di China turun tajam pada Februari dari rekor bulan sebelumnya. Indeks acuan  NZX 50 turun 49,42 poin atau 0,52 persen menjadi 9.390,85.

Namun keuntungan tidak berpihak pada perdagangan saham di Indonesia, dikarenakan indeks harga saham gabungan ditutup anjlok 0,26 persen ke posisi 6366,43. Yang banyak ditekan oleh anjloknya saham sektor industri dasar dan pertanian.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here