Airlangga: Indonesia Punya Modal Menjadi Pemain Utama Industri Furnitur

0
78
Menperin Airlangga pada Indonesia International Furniture Expo 2019 (Photo: Melva /VM)

(Beritadaerah – Nasional) Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Victoria br Simanungkalit, didampingi Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Soenoto, Perwakilan Manajemen Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, dan Perwakilan Manajemen Kompas Gramedia, Rikard Bagun secara bersama melakukan pembukaan Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2019 di JIEXpo Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Senin (11/3/2019).

IFEX 2019 adalah Pameran mebel dan kerajinan B2B (business to business) terbesar di Indonesia dan di kawasan regional ini.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dalam sambutannya  menyatakan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama industri furnitur, terutama melalui bahan baku rotan. Kemenperin  telah membuka Pusat Inovasi Rotan Nasional (PIRnas) di Palu untuk digunakan oleh industri meningkatkan daya saing industri. Ia mendorong HIMKI untuk memperluas pusat-pusat industri furnitur di luar Jawa.

Kemenperin juga mendorong peningkatan SDM melalui pembukaan politeknik khusus pengembangan furnitur di Kendal, Semarang, Jawa Tengah. Dalam tempo dua tahun, kawasan industri ini telah berhasil menarik 50 investor dengan nilai investasi sebesar US$500 juta.

Nilai ekspor furnitur Indonesia sendiri saat ini baru mencapai US$2,5 miliar. Untuk memajukan industri furnitur Indonesia diperlukan kerjasama dengan negara lain misalnya dengan Cina yang saat ini menjadi eksportir utama furnitur di dunia dengan nilai ekspor mencapai lebih dari US$50 miliar.

Ia optimis industri furnitur lokal bisa berkembang apabila potensi lokal bisa terus ditingkatkan. Pembukaan politeknik khusus furnitur di Kendal merupakan salah satu upaya mendukung pertumbuhan industri furnitur melalui penciptaan SDM yang berkualitas.

Selain SDM, ketersediaan bahan baku juga menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam mendukung pertumbuhan industri furnitur tanah air. Untuk itu, Kementerian Perindustrian juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mencari jalan keluar terkait ketersediaan bahan baku. Koordinasi lintas kementerian sangat diperlukan untuk memacu pengembangan industri furnitur dan kerajinan di Indonesia.

Dukungan nyata pemerintah melalui lintas kementerian diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi pemain utama industri furnitur dunia.

Emy T/Journalist/ VM
Editor : Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here