Turun ke Bawah 6400 Dipimpin Infrastruktur, IHSG Terseret Merahnya Bursa Global

0
51

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pasar akhir pekan Jumat sore ini (8/03) terpantau melemah 1,16% atau 74,889 poin ke level 6.383,068 setelah dibuka turun ke level 6.439,841. IHSG tampak terpengaruh arus negatif bursa Asia dan global yang mengkhawatirkan prospek pelambatan ekonomi global di tahun ini.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau melemah 1,20% ke level Rp 14.310, dengan dollar AS di pasar uang Eropa terkoreksi teknikal setelah rally dalam 8 hari terakhir dan gain di sesi global sebelumnya dengan mata uang saingannya euro terseok. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.140.

Mengawali perdagangannya, IHSG turun 18,116 poin (0,28%) ke level 6.439,841. Indeks LQ45 juga melemah 4,445 poin (0,44%) ke level 1.004,861. IHSG tetap di zona merah sampai istirahat siang dengan melemah 51,6 poin (0,8%) ke level 6.406,336. Sedangkan indeks LQ45 turun 8,9 poin (0,89%) ke level 1.000,37.

IHSG kemudian tetap tertekan di area negatif, dan di akhir sesi ditutup melemah tajam 1,16% atau -74,889 poin ke level 6.383,068. Indeks LQ45 juga turun 14,326 poin (1,42%) ke level 994,980. Hari ini semua dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang merosot 2,58%, diikuti sektor industry dasar yang turun 1,37%.

Tercatat sebanyak 131 saham naik, 274 saham turun dan 131 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 396.402 kali transaksi sebanyak 16,66 miliar lembar saham senilai Rp 9,24 triliun.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Timah (TINS) -6,67%, Vale Indonesia (INCO) -6,17%, Antam (ANTM) -5,26%, dan Bank BTN (BBTN) -3,40%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan keras bersama dengan bursa regional Asia -dan juga global- yang khawatir atas prospek pelambatan ekonomi global setelah ECB menunda kenaikan bunganya untuk sepanjang tahun ini, ditambah lagi data perdagangan China yang mengecewakan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.581 dan 6.607. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.374, dan bila tembus ke level 6.302.

 

 

Alfred Pakasi/VM/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here