Bursa Asia Akhir Pekan Kompak Cetak Kerugian dan Masuk Zona Merah

0
102

(Vibizmedia-Index) – Perdagangan bursa saham Asia anjlok tajam pada akhir pekan hari Jumat (08/03) imbas kebijakan Bank Sentral Eropa menurunkan perkiraan PDB Eurozone tahun 2019  dan China melaporkan data perdagangan yang lebih buruk dari perkiraan untuk bulan Februari.

Diantara bursa Asia yang mencetak kerugian perdagangan saham akhir pekan ini, saham-saham di bursa Hong Kong yang sangat parah dengan indeks anjlok hingga 500 poin lebih. Khususnya terpukul oleh buruknya data ekspor impor China bulan Februari yang turun drastis.

Lihat: Perdagangan Akhir Pekan Tidak Ada Bursa Asia Yang Bisa Cetak Untung

Ekspor China anjlok 20,7 persen pada bulan Februari dari tahun sebelumnya, mencerminkan melemahnya permintaan dan distorsi dari liburan Tahun Baru Imlek. Itu jauh di bawah ekspektasi untuk penurunan 4,8 persen. Impor juga  turun 5,2 persen setelah jatuh 1,5 persen pada bulan Januari.

Indeks Shanghai Composite turun sebanyak 136,56 poin atau 4,4 persen menjadi 2.969,86, penurunan terbesar sejak bulan Oktober 2018. Demikian juga indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong turun 551,03 poin atau 1,91 persen menjadi 28.228,42.

Perdagangan saham Jepang memperpanjang kerugian untuk hari keempat berturut-turut hingga terjun ke posisi  terendah tiga minggu, indeks Nikkei turun 430,45 poin atau 2,01 persen menjadi 21.025,56, terendah sejak 15 Februari dan membukukan kerugian harian  terbesar sejak 8 Februari. Salah satu saham yang anjlok parah yaitu saham Kawasaki Kisen merosot 12,6 persen setelah mengatakan akan melakukan reformasi struktural bisnis.

Demikian juga pelemahan indeks bursa saham terjadi pada bursa Seoul  dengan indeks Kospi ditutup turun 28,35 poin atau 1,31 persen pada 2.137,44, merupakan level terendah sejak 24 Januari setelah data perdagangan Februari Cina dirilis. Tekanan indeks juga dipicu oleh buruknya data current account Korsel.

Untuk perdagangan saham di kawasan Pasifik, terpantau bursa saham Australia turun tajam oleh karena kebijakan ECB yang menambah kekhawatiran investor tentang pertumbuhan ekonomi global. Indeks  ASX 200 anjlok 60,10 poin atau 0,96 persen menjadi 6.203,80, dimana saham perbankan dan tambang yang menjadi top looser.

Selain itu juga di bursa saham Selandia Baru terpantau hanya turun tipis 0,03 persen, dan kecendrungan perdagangan berbias positif. Tekanan saham Asia ditahan oleh penguatan saham besar seperti saham A2 Milk naik 1,5 persen.

Tekanan negatif mayoritas indeks Asia berdampak pada perdagangan bursa saham Indonesia di Jakarta dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok cukup signfikan hingga turun 1,16 persen. Tekanan indeks banyak dipicu oleh anjloknya saham-saham sektor infrastruktur, aneka industri dan industri dasar

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here