Bursa Pasifik Ada Yang Cetak Rekor Tinggi Sepanjang Sejarah

0
61

(Vibizmedia-Index) – Mengakhiri perdagangan bursa saham Asia  hari Kamis (07/03), indeks bursa saham ditutup sebagian besar mencetak kerugian oleh sentimen pasar akan kondisi ekonomi global dari  proyeksi  OECD memangkas perkiraan pertumbuhan globalnya lagi dan data defisit perdagangan AS melonjak ke level tertinggi 10-tahun pada tahun 2018.

Lihat: Sementara Bursa Asia Terkurung di Zona Merah, ASX Terkuat 7 Bulan

Bursa saham yang berhasil cetak keuntungan hari ini yaitu bursa saham Shanghai dan bursa saham kawasan pasifik yang mencetak rekor. Indeks bursa saham Shanghai naik 4,32 poin atau 0,14 persen menjadi 3.106,42 yang dihambat oleh berita Huawei Technologies mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS karena menghambat bisnisnya di Amerika Serikat.  Sehingga membuat sahamnya yang terdaftar di Shanghai dan Hang seng anjlok parah, karenanya memberikan tekanan pada indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,89 persen menjadi ditutup pada 28.779,45.

Di kawasan pasifik, bursa saham  Australia menambah keuntungan moderat meskipun penjualan besar-besaran pada saham sektor pertambangan. Indeks  ASX 200 naik tipis 18,30 poin atau 0,29 persen menjadi 6.263,90 setelah berakhir pada level tertinggi enam bulan pada hari sebelumnya. Saham tambang yang anjlok parah seperti  saham BHP  turun 0,7 persen dan Rio Tinto merosot 4,8 persen, saham South32 turun 1,8 persen.

Bursa saham kawasan pasifik lainnya yaitu di Selandia Baru, indeks berhasil menyentuh rekor tinggi sepanjang sejarah sebelum menyelesaikan penutupan hari ini. Indeks acuan NZX 50 naik 22,36 poin atau 0,24 persen menjadi 9.437,36

Perdagangan yang lemah terjadi pada bursa saham Jepang yang  mencapai level terendah satu minggu, terseret oleh anjloknya saham bank dan pembuat chip. Indeks  Nikkei berakhir turun 140,80 poin atau 0,65 persen pada 21.456,01 setelah mencapai terendah 21.402,12, level terendah sejak 28 Februari pada hari sebelumnya.

Bursa saham Seoul hari ini juga mencetak kerugian yang terburuk dalam enam minggu karena investor cemas tentang perlambatan pertumbuhan global. Indeks Kospi turun 9,81 poin atau 0,45 persen menjadi 2.165,79, memperpanjang kerugian untuk sesi kelima berturut.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here