Bursa Shanghai dan Hong Kong Paling Kuat di Bursa Asia Selasa

0
51

(Vibizmedia-Index) – Mengakhiri perdagangan bursa saham Asia awal pekan hari Selasa (05/03), indeks ditutup mixed  setelah pemerintah  China memangkas target pertumbuhan PDB mereka sehingga meningkatkan kekhawatiran baru tentang perlambatan pertumbuhan global.

China menurunkan target pertumbuhan ekonomi untuk 2019 ke kisaran 6,0 persen menjadi 6,5 persen dari target 2018 sekitar 6,5 persen oleh tantangan dari meningkatnya utang dan perselisihan perdagangan dengan AS. Sementara itu, di bidang perdagangan, Menteri Perdagangan China Zhong Shan telah menyatakan bahwa pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat  sangat sulit dan memakan waktu  karena perbedaan besar antara kedua negara.

Namun dari semua mayoritas bursa utama Asia, hanya bursa saham Shanghai dan Hong Kong yang berhasil mencetak keuntungan lanjutan setelah sempat dibuka dalam angka yang negatif. Indeks Shanghai Composite China melonjak 26,67 poin atau 0,88 persen menjadi berakhir pada 3.054,25 setelah laporan kerja tahunan Perdana Menteri Li Keqiang kepada Kongres Rakyat Nasional menyebutkan tentang pemotongan pajak yang besar dan akan memberikan stimulus konomi.

Indeks Hang Sengdi bursa saham  Hong Kong berakhir sedikit lebih tinggi pada 28.961,60 atau menguat sekitar 0,01 persen setelah sepanjang perdagangan banyak saham yang masuk zona merah.

Perdagangan saham di bursa Jepang turun dari posisi tertinggi tiga bulan, dengan saham pembuat chip dan perusahaan mesin menjadi saham paling berkinerja buruk di tengah kekhawatiran pelambatan ekonomi Tiongkok. Indeks Nikkei turun 95,76 poin atau 0,44 persen menjadi 21.726,28 sementara itu saham pembuat robot Fanuc turun 1,3 persen setelah melonjak sebanyak 3,5 persen di sesi sebelumnya. Komatsu, Yaskawa Electric, Tokyo Electron and Advantest turun 1-3 persen. Pigeon Corp, yang memiliki eksposur besar ke China, jatuh 7,5 persen.

Bursa saham Seoul jatuh di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di China dan di tengah ketidakpastian atas kesepakatan perdagangan AS-China, sehingga indeks Kospi turun 11,43 poin atau 0,52 persen menjadi 2.179,23. Hari ini dirilis data PDB Q4-2018 Korea Selatan tidak berubah dari kuartal sebelumnya, namun secara tahunan meningkat dari tahun sebelumnya.

Di kawasan Pasifik, bursa saham Australia jatuh karena investor melakukan profit taking setelah empat hari berturut rally. Indeks  ASX 200  turun 18,10 poin atau 0,29 persen menjadi 6.199,30 karena Reserve Bank mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah dan mengatakan mereka mengharapkan kemajuan lebih lanjut dalam pengurangan pengangguran dan inflasi yang kembali ke target.

Demikian juga pada bursa saham Selandia Baru jatuh karena aksi ambil untung setelah mencapai rekor tertinggi pada hari sebelumnya. Indeks  NZX 50 turun 13,80 poin atau 0,15 persen menjadi 9.399,69.

Kerugian juga terjadi pada perdagangan saham di bursa Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,79 persen pada 6441.28 yang ditekan oleh banyaknya saham anjlok dari sektor consumer, property dan perdagangan.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here