Harga Emas Turun dari Posisi Tertinggi 8 Hari Karena Data Inflasi AS

0
103

(Vibizmedia-Commodity) Harga emas yang diperdagangkan di pasar komoditi internasional hingga akhir perdagangan Kamis (13/02) retreat dari posisi harga tertinggi dalam 8 hari perdagangan yang dicapai pada hari yang sama setelah dolar AS bangkit kembali oleh laporan data inflasi bulan Januari.

Sejak awal sesi Asia harga emas terus mendaki dikarenakan posisi dolar AS masih retreat oleh profit taking pasar, dan berhasil menghadapi tekanan kuat sentimen perdagangan aset resiko yang membuat bursa saham global melonjak. Namun di sesi Amerika harga emas menyerah ketika data inflasi inti menunjukkan peningkatan.

Harga emas spot atau LLG terpantau berada di posisi $1309,17 atau turun sekitar 0,25 persen dari akhir perdagangan sebelumnya. Demikian juga dengan harga emas berjangka Amerika untuk kontrak April 2019  turun $ 5,15, atau 0,39% ke posisi $ 1309.95 per troy ounce.

Perdagangan semalam dolar AS berhasil rebound dan mengungguli semua rival utamanya mendapat tenaga dari laporan tingkat inflasi oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya ditutup pada posisi  97,18 atau naik sekitar 0,50% dari perdagangan sebelumnya.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumennya tidak berubah pada Januari, dan tidak termasuk harga makanan dan energi  inflasi inti naik 0,2 persen untuk bulan kelima berturut-turut. Kenaikan dalam harga inti cocok dengan perkiraan ekonom.

Tekanan lain yang membuat harga emas terjun lagi ke posisi terendah dalam 2 hari yaitu rally bursa saham Amerika masuki hari ke-2 berturut oleh karena investor tetap yakin AS dan China dapat mencapai kesepakatan perdagangan selama negosiasi minggu ini. Pada hari Selasa, Presiden Trump mengatakan batas waktu tanggal 1 Maret dapat diperpanjang jika kedua negara hampir mencapai kesepakatan dan pada hari Rabu berita terbaru menunjukkan Presiden Xi akan bertemu dengan delegasi AS pada hari Jumat.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here