Bursa Asia Rabu Untung Besar, Kecuali Bursa Australia

0
120

(Vibizmedia-Index) Perdagangan bursa saham Asia berakhir sebagian besar lebih tinggi pada hari Rabu (13/02) di tengah optimisme tentang pembicaraan perdagangan AS-Cina setelah Presiden AS Donald Trump memberikan petunjuk untuk memperpanjang batas waktu 2 Maret untuk usulan tarif Amerika di Cina.

Indeks Shanghai Composite China melonjak 49,17 poin atau 1,84 persen menjadi 2.721,07 pada harapan gencatan senjata perdagangan sementara indeks Hang Seng di bursa saham  Hong Kong naik 326,26 poin atau 1,16 persen menjadi 28.497,59.

Saham Jepang naik tajam untuk mencapai level tertinggi hampir dua bulan dengan indeks  Nikkei naik 280,27 poin atau 1,34 persen menjadi 21.144,48, level tertinggi sejak 17 Desember. Indeks Topix  ditutup naik 1,06 persen pada 1.589,33. Kenaikan indeks disupport oleh performa saham  kelas berat SoftBank Group melonjak 4,9 persen dan Fanuc naik 2,4 persen.

Perdagangan saham di bursa Seoul memperpanjang kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dengan indeks benchmark Kospi naik tipis 11,01 poin atau 0,50 persen menjadi 2.201,48, level tertinggi sejak 7 Februari, ketika selesai pada 2.203,42. Kenaikan indeks disupport performas saham  LG Chem naik 1,8 persen dan Lotte Chemical naik 5,8 persen sementara itu saham produsen mobil Hyundai Motor dan Kia Motors turun lebih dari 3 persen.

Kerugian terjadi pada perdagangan saham di bursa Australia yang dibuka menguat dan  berakhir lebih rendah karena angka kepercayaan konsumen yang membaik untuk Februari memupus harapan untuk penurunan suku bunga.

Indeks ASX 200 turun 15,50 poin atau 0,25 persen menjadi 6.063,60. Tekanan indeks di picu oleh anjloknya saham raksasa farmasi CSL jatuh hampir 4 persen meskipun membukukan kenaikan laba semester pertama, sementara saham Commonwealth Bank of Australia kehilangan 2,9 persen karena terjadi ex-dividend.

Namun di bursa saham Selandia Baru berakhir  lebih tinggi oleh karena  kiwi dolar  naik lebih dari 1 persen untuk mencapai tertinggi satu minggu setelah Bank Sentral Selandia Baru mempertahankan suku bunga resmi pada rekor rendah 1,75 persen untuk pertemuan ke-15 berturut-turut dan menekankan sikap netralnya. Indeks  NZX-50 naik 52,61 poin atau 0,57 persen menjadi 9.333,38.

Dan untuk perdagangan saham di Indoensia, bursa saham Jakarta ditutup dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) turun tipis hingga 0,11 persen ke posisi 6419.12 setelah dibuka pada posisi 6445.18.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here