Pemerintah Gelontorkan Dana PBI Atasi Defisit BPJS Kesehatan

0
102
Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2019 DI ICE, BSD, Tangerang Selatan, Selasa (12/2). FOTO: VIBIZMEDIA.COM|RULLY

(Vibizmedia-Tangsel) Pemerintah menjamin selalu memenuhi kewajibannya membayar peserta penerima bantuan iuran (PBI).

Presiden Joko Widodo mengungkapkan sering mendapat keluhan dalam kunjungan kerjanya dari rumah sakit yang belum dibayar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurutnya, pemerintah tidak lalai dalam mengurus BPJS Kesehatan karena dana iuran PBI terus dibayarkan pemerintah dan tidak telat, pada awal Februari lalu, sudah menyetorkan Rp 6,38 triliun ke BPJS Kesehatan, kemudian pada awal Maret nanti akan disetorkan lagi Rp 2,1 triliun dan awal April kita akan kirimkan Rp 6,3 triliun,
ungkap Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2019 DI ICE, BSD, Tangerang Selatan, Selasa (12/2).

Semua proses pemberian PBI tersebut harus melewati audit BPKP, tidak serta merta diberikan begitu saja.

Saat ini, sumber defisit terbesar di BPJS kesehatan berasal dari pekerja informal dan bukan pekerja.

Pemerintah akan terus membantu menyehatkan pengelolaan BPJS Kesehatan, sehingga yang sehat bukan hanya masyarakat, tetapi BPJS juga, rumah sakitnya juga sehat dan bugar, ungkap Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here