Dolar AS Terjun dari Puncak Rekor Tinggi 9 Pekan

0
186

(Vibiznews – Forex) – Ditengah  perdagangan forex sesi Amerika hari Selasa (12/02), dolar  AS turun  setelah berada di jalur  kemenangan beruntun terpanjang dalam dua tahun. Harapan dari terobosan dalam pembicaraan perdagangan AS-China dan kesepakatan tentatif untuk menghindari penutupan operasional pemerintah AS mendorong investor untuk menjual dolar.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya kini berada pada posisi  96,93 atau turun sekitar 0,14% dari perdagangan sebelumnya. Namun indeks di sesi asia sempat turun ke posisi tertinggi di 97.20 dan posisi terendah di 96.86  setelah awal sesi dibuka pada posisi 97.05.

Dolar telah menguat selama sembilan hari berturut-turut dan cetak rekor tinggi 9 pekan, serangkaian kenaikan terpanjang sejak Februari 2017. Dolar menjadi  mata uang diburu pasar saat ituyang terlepas dari sentimen  kekhawatiran tentang ekonomi global sedang naik atau apakah  ada  risiko sehubungan dengan konflik perdagangan antara China dan AS serta penutupan operasional pemerintah AS.

Kenaikan dolar AS beruntun semacam itu setelah kebijakan Fed yang dovish bulan lalu menunjukkan betapa investor berhati-hati terhadap prospek ekonomi global. Pada akhir 2018, dolar adalah konsensus perdagangan beli di antara dana lindung nilai, karena para investor bertaruh bahwa Federal Reserve AS akan berhenti sejenak dalam kenaikan suku bunga.

Tetapi sementara Fed mempertahankan suku bunga stabil bulan lalu, kasus pembelian euro dan pound terus melemah. Data ekonomi di Eropa telah memburuk dan kekhawatiran Brexit yang  telah mempengaruhi pound Inggris.

Meskipun ada kekhawatiran pasar, volatilitas mata uang secara keseluruhan telah jatuh dalam beberapa minggu terakhir.  Malam ini euro naik 0,26 persen pada $ 1,1304, aussie menguat 0,44 persen,  poundsterling naik 0,25 persen pada $ 1,2881 sebelum pernyataan Perdana Menteri Theresa May kepada anggota parlemen di parlemen.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here