Kekuatan Dolar AS Telah Lemahkan Harga Emas Dunia Selama 4 Hari

0
138
Macro view of the rows of gold bars

(Vibizmedia-Commodity) Harga emas yang diperdagangkan di pasar komoditi internasional hingga akhir perdagangan Kamis (07/02) anjlok cukup signifikan hingga turun ke posisi terendah dalam 7 hari yang memperpanjang penurunan harian 4 sesi berturut. Lemahnya pergerakan harga emas tersebut karena uang dolar AS naik terhadap mata uang utama.

Namun kekhawatiran tentang perselisihan perdagangan AS dan China baru-baru ini pasca pidato Presiden AS Donald Trump dan komentar Federal Reserve tentang jeda kenaikan suku bunga pekan lalu membatasi kerugian perdagangan logam kuning tersebut.

Harga emas spot atau LLG terpantau berada di posisi $1307,55 atau turun sekitar 0,62 persen dari akhir perdagangan sebelumnya. Demikian juga dengan harga emas berjangka Amerika untuk kontrak April 2019  turun $ 4,80, atau 0,4% ke posisi $ 1314.40 per troy ounce.

Perdagangan semalam dolar AS rally kuat hingga mencetak penguatan dalam 8 hari perdagangan dan menguat terhadap sebagian besar mata uang utama. Kekuatan dolar AS didapat dari berita ekonomi yang memuaskan. Data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan defisit perdagangan AS menyempit jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan pada bulan November.

Departemen Tenaga Kerja, yang diperkirakan akan merilis laporan awal mengenai produktivitas tenaga kerja dan biaya tenaga kerja unit pada kuartal keempat, mengatakan produktivitas bisnis non-pertanian dan semua data biaya tenaga kerja unit tidak tersedia untuk kuartal keempat dan akan dirilis di masa mendatang.

Terkait kekhawatiran pasar akan perang dagang AS-China yang sempat menahan pelemahan harga emas, Presiden AS Trump dalam pidato State of the Union-nya,  tidak memiliki rincian tentang kemajuan dalam pembicaraan perdagangan kedua negara. Bahkan Trump memberi catatan harus  ada perubahan struktural nyata untuk mengakhiri praktik perdagangan yang tidak adil, mengurangi defisit perdagangan, dan melindungi pekerjaan Amerika.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here