Dengarkan Keluhan Petani Gula, Pemerintah Lakukan Revitalisasi Pabrik Tua

0
58
Presiden Joko Widodo silaturahmi dengan petani gula dari berbagai daerah di Istana Negara, Rabu (6/2). FOTO: VIBIZMEDIA.COM|RULLY

(Vibizmedia-Jakarta) Ratusan petani tebu mewakili sejumlah provinsi di Indonesia menemui Presiden di Istana Negara. Mereka mengusulkan revitalisasi pabrik-pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang usianya sudah ratusan tahun.

Revitalisasi pabrik gula sangat dibutuhkan untuk terus meningkatkan produksi. Dengan usia mesin pabrik yang tua, bahkan ada yang berusia 100 tahun, tak heran jika produksi menjadi tidak efisien.

Mulyadi, petani tebu asal Jawa Barat ungkapkan rata-rata umurnya sudah ratusan tahun sehingga perlu diperbaiki. Harapan kami bisa dilakukan revitalisasi tiga pabrik di Jawa Barat, jelasnya.

Memang dalam silaturahmi tersebut, Rabu (6/2), dimanfaatkan Presiden untuk lebih banyak mendengar sejumlah masukan, baik berupa kendala maupun usulan dari para petani tebu di lapangan.

Kebutuhan revitalisasi dibutuhkan guna meningkatkan produktivitas gula nasional yang terus turun dalam beberapa tahun terakhir.

Karena produksi nasional yang rendah, impor gula pun tak bisa dihindari. Hingga November 2018 lalu, Indonesia mengimpor gula mentah (raw sugar) sebanyak 4,63 juta ton atau naik 14,51% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sulitnya menekan impor gula memerlukan langkah penting melalui produktivitas perkebunan tebu di berbagai daerah di Indonesia yaitu revitalisasi pabrik gula yang juga salah satu upaya menekan impor gula.

Dalam waktu kurang lebih satu minggu kedepan, Presiden Jokowi akan menyelesaikan permasalahan para petani tebu tersebut dengan DPD dan APTRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here