Bursa Eropa Tertekan Kuat, Banyak Saham Inggris Anjlok Parah

0
67

(Vibizmedia-Index) Perdagangan saham di bursa Eropa sedang bergerak lebih rendah  pada hari Kamis (07/02) karena investor kecewa terhadap laporan keuangan beberapa perusahaan yang tidak sesuai harapan sehingga saham-saham tersebut banyak yang alami tekanan jual cukup signifikan.

Indeks Pan Eropa Stoxx 600 turun sekitar 0,6 persen dengan hampir semua sektor dan bursa utama di wilayah negatif. Terpantau indeks DAX Jerman anjlok parah hingga 1,69 persen, indeks CAC 40 Prancis bergerak turun 0,90  persen sementara itu indeks FTSE 100 di bursa saham London anjlok 0,45 persen.

Saham media Eropa termasuk di antara  yang memimpin kerugian, turun lebih dari 2 persen di tengah berita laba. Publicis Groupe Prancis melaporkan sedikit penurunan pendapatan  jauh di bawah ekspektasi sehingga akibatnya saham yang terdaftar di Paris tersebut anjlok 13 persen.

Di bursa saham Jerman, saham Siemens anjlok 0,8 persen  setelah Komisi Eropa memblokir pengambilalihan bisnis transportasi kereta api Alstom. Demikian juga yang terjadi di bursa London, saham Tui AG Inggris  anjlok lebih dari 17 persen – tergelincir ke level terendah sejak April 2017  setelah operator tur tersebut memangkas prospek laba mereka.

Namun terdapat juga saham-saham yang bergerak positif dan kuat setelah melaporkan keuangan yang sesuai harapan seperti saham ICA Gruppen Swedia melonjak 4 persen setelah perusahaan ritel tersebut melaporkan kenaikan penjualan bersih kuartal keempat  tahun lalu.

Demikian saham perusahaan energi Italia Enel naik sedikit setelah pendapatan inti 2019 naik 3,8 persen dari tahun lalu. Selain itu ada juga saham UniCredit naik 1,4 persen yang melaporkan bahwa laba bersih untuk kuartal keempat melonjak menjadi 1,73 miliar euro dari 801 juta euro tahun lalu.

Untuk data ekonomi yang dirilis saat perdagangan berlangsung, data produksi industri Jerman menurun selama empat bulan berturut-turut pada bulan Desember, menentang ekspektasi untuk peningkatan. Kemudian ada juga data retail sales Italia yang dilaporkan alami kontraksi yang cukup dalam dengan data -0,7%.

Selain itu BOE melaporkan kebijakan moneternya yang tidak berubah, namun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi serta inflasi negara Inggris pasca kesuraman Brexit. Sementara itu  negosiator Eropa dan Inggris telah sepakat untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang untuk menemukan kompromi atas apa yang disebut sebagai permasalahan perbatasan Irlandia. Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Perdana Menteri Inggris Theresa May setuju untuk bertemu lagi sebelum akhir bulan untuk mengambil proses Brexit berikutnya.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here